My Game Boyfriend
Ia menatap Arthur lekat-lekat, lalu perlahan sudut bibirnya terangkat membentuk senyum yang sangat tipis, senyum yang sama sekali tidak membawa kebahagiaan, melainkan kepahitan dan keterpasrahan yang dingin.
Ia mengangguk pelan, seolah akhirnya mengerti pesan tersembunyi di balik segala kebingungan dan ketidakjelasan yang Arthur berikan.
"Baiklah," ucap Melati, suaranya kini berubah menjadi sangat datar, dingin, dan tegas—berbeda jauh dari nada bicaranya yang penuh harap tadi. "Baiklah, kalau itu jawabanmu. Kalau kau sendiri saja tidak paham apa posisi kami berdua di hidupmu, kalau kau merasa begitu sulit untuk memberikan kepastian dan kejelasan, aku rasa aku sudah cukup mengerti sekarang."