Suntik Aku, Mas Dokter!
Seolah memutar kembali kepingan memori menegangkan pada pertemuan pertama mereka yang dipenuhi oleh kebohongan dan intrik berbahaya, senyum tulus pria ini kembali mengembang sempurna.
Tatkala matahari akhirnya tenggelam menyisakan pendaran keemasan terakhirnya, Adrian berbisik, "Dulu aku datang sebagai dokter bayaran, tapi sekarang aku adalah raja di hatimu."
Merinding luar biasa mendengar deklarasi mutlak dari sang suami idaman, Amara membalasnya dengan ciuman manis, menutup lembaran panjang kisah mereka dengan kebahagiaan abadi.