Gairah Liar Perselingkuhan
“…dia tidak akan hanya menjadi partnerku. Dia akan menjadi milikku. Sepenuhnya. Kapan pun aku mau, di mana pun aku mau. Dia bukan lagi matamu, Pak Gunadi. Dia akan menjadi propertiku.”
Kata-kata itu meluncur dengan lancar, tanpa keraguan. Itu adalah bentuk penghinaan yang lebih besar, sebuah deklarasi kepemilikan total yang membuat Gunadi terdiam lebih lama. Aku menatap kembali ke Gunadi yang masih memproses tawaranku, ekspresinya sulit dibaca. “Namun ada satu hal yang mengganjal,” kataku dengan nada datar, suaraku mengunci perhatian semua orang di ruangan itu. “Bagaimana dengan Owen, suami Isvara?”
Pertanyaan itu adalah sebuah ujian, sebuah gertakan terakhir untuk melihat seberapa jauh Guna