Bayangan Cinta
Dia bergidik segera menuju ke kitchen set, terasa mulas perutnya membayangkan apa yang telah mereka lakukan.
Tina sudah berlalu sedari tadi, meninggalkan Elisabeth sendirian. Pelayan bertubuh mungil itu segera melangkah ke kamar. Dia mengunci rapat, dan memandang clay porce di tangan. Benda yang semirip dengan mainan anak-anak, tapi jenis ini bisa langsung mengeras dengan cepat. Tadi ketika keluar dari ruangan Kara. Dia membentuk clay dan menekan kunci di atasnya yang membentuk pola sama persis. Elisabeth akan membawa pada tukang kunci, untuk membuat duplikat. Dia tersenyum, keberuntungan masih milikmu nyonya Kara karena terkurung pada ruangan tanpa handle digital.
Hot Chapters