Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
OBSESI BARA

OBSESI BARA

Dan saat itu juga cafe nampak semakin ramai atas kehadiran Bara dkk. Tidak ada yang tahu bahwa geng Bara adalah grup Band terkenal yang selalu mengisi acara. Mereka lakukan itu semata-mata untuk mengisi luang yang kosong dan tentu mendapat bayaran yang cukup mahal. “Bara, ini minuman lo.” Jay menyimpan minuman selepas tampilan itu selesai. Kini mereka tengah beristirahat. “Bara. Sorry, gue harus pulang duluan.” Ucapan Revan yang tiba-tiba membuat atensi mata teralihkan.
1027.0K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as mystic pop-up bar kang bae
Read
+Library
Miss Lazy

Miss Lazy

Suara mengintrupsi milik Pak Juan yang entah kapan hadir membuat ketiganya terhenyak. "Dia pak!" seru Luna dan Barra tiba-tiba bersamaan. "Singkirin tangan kotor lo!" desis Barra menepis kasar tangan Luna dari hadapannya. Luna mengusap-usap tangannya seolah ia bisa saja terkena virus oleh sentuhan Barra. "Saya cuma nyampein pesan bapak buat panggil nek lampir ini. Tapi dianya yang malah cari masalah," aku Barra sembari melayangkan tatapan sinisnya pada Luna.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as mystic pop-up bar kang bae
Read
+Library
KEKASIHKU SUPERSTAR

KEKASIHKU SUPERSTAR

“Dia tidur sangat nyenyak, jadi aku tidak tega membangunkannya. Lagipula Dian pasti menjaganya. Aku sudah beritahu dia untuk tidak memberikan Xander pada siapapun.” Luna hanya mengangguk. “Oh ya, tadi Sean menitipkan ini padaku, katanya buat cemilan di mobil.” Luna mengerutkan keningnya dan dia menerima paper bag dari Vania. Luna membuka paper bag itu sambil berjalan keluar ruangannya, dia terkejut saat mendapati mousse cake kesukaannya. “Darimana Sean tahu kalau aku suka mousse cake?”
105.6K viewsOngoingAdded to Library 207 Times as mystic pop-up bar kang bae
Read
+Library
Pulang Ka Bako

Pulang Ka Bako

Seorang gadis belia, membawa nampan yang berisi dua mangkuk mie kuah dan dua gelas teh hangat. "Yang nggak pedas mana?" tanya Gibran mendongak menatap gadis yang menyajikan mangkuk dengan asap mengepul itu di atas meja. "Yang ini." Gadis itu menggeser mangkuk yang baru saja ia letakkan ke hadapan Gibran. "Oh, ini punya Nda." Gibran menggeser balik mangkuk yang baru saja berpindah tempat itu. "Nda nggak bisa makan pedas, kan?"
109.3K viewsCompletedAdded to Library 186 Times as mystic pop-up bar kang bae
Read
+Library
Era Baru

Era Baru

Kuda semacam itu tidak mudah ditemui di masa seperti ini dan inilah kuda terbaik yang ada di istal tersebut dengan tubuh setinggi dua meter membuat kuda itu memiliki perawakan yang kokoh dan mengancam. Barata memegang kuda tersebut dengan tenang dan mengarahkan pandangannya pada Sabarang dan berkata, “Aku akan mengambil kuda ini sebagai tungganganku. Sekarang katakan permintaanmu. Aku penasaran, permintaan macam apa yang kau miliki sampai mau memberikan salah satu barang berharga yang kurasa setara dengan pusaka untuk masa seperti ini. Katakan padaku, mungkinkah itu musuh-musuhmu di Kota Brawali ini atau aku harus menghabisi seekor monster tingkat bencana?”
1057.7K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as mystic pop-up bar kang bae
Read
+Library
DI BAWAH MISTLETOE BERSAMA MANTAN KEKASIHKU

DI BAWAH MISTLETOE BERSAMA MANTAN KEKASIHKU

Salju baru mulai turun—ringan dan sempurna. Fotografer itu mengambil gambar. “Cantik sekali! Kalian bisa ambil fotonya di booth sebelum pulang!” Jace tersenyum lebar. “Kita seperti keluarga di film!” “Ya, kita memang seperti itu, sayang.” Aku berkata sambil melihat pria itu menghilang di balik tenda. Lalu aku mendengar Jace terkesiap, menunjuk sesuatu. “Mami! Mami! Es krim! Di musim dingin! Keren sekali! Boleh? Please?”
193 viewsOngoingAdded to Library 6 Times as mystic pop-up bar kang bae
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status