Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bara Dendam Membara

Bara Dendam Membara

Zhang Zhuo duduk di bangku panjang dengan kaki menggantung, telapak tangan terasa basah oleh keringat dingin, dan dia belum berhenti gemetar. Di balik pintu ruang gawat darurat, sang ibu terbaring tak sadarkan diri. Tubuh wanita yang selalu tersenyum lembut itu kini terpisah dari dunia oleh selembar pintu kaca buram. Setiap detik terasa panjang, menekan dada anak sepuluh tahun itu hingga sulit bernapas.
588 viewsOn holdAdded to Library 18 Times as my bar
Read
+Library
Barraberee

Barraberee

What the Hell! ~~~ To Barraberee: “Maksud Om Barra apa, bilang pada Papa kalau saya kesal pada Om karena saya tidak diberi kabar selama Om dinas di luar kota? Mau mencari perhatian di depan Papa?” Aku memutuskan mengirim pesan lewat aplikasi chat online kepada Om Barra setelah melaksanakan shalat Maghrib. Demi buah Zaitun, aku sudah kesal sekali dari tadi. Inginnya menelan paku.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as my bar
Read
+Library
Me

Me

Blarrr Petir menyambar kuat, malam semakin larut dan hujan yang menyertai semakin ganas. Jari telunjuk Lea terhenti disebuah buku tebal dengan memiliki sampul hardcover yang bertuliskan “ Ensiklopedia Kerajaan-kerajaan Nusantara”, buku itu merupakan buku yang hanya terdapat diperpustakaan nasional, namun karena Rebin memiliki pengaruh yang besar, dia diperbolehkan untuk menyalin buku itu sesuka hatinya. Meski sedikit bingung, tapi Lea tetap mengambil buku itu dan mencoba membacanya. Tangannya terlihat merogoh laci dan mengambil kacamata baca miliknya.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as my bar
Read
+Library
Pacar Online-ku Adalah Bosku

Pacar Online-ku Adalah Bosku

"Sayang, akhirnya kamu menjadi milikku." "Ya, ya, aku milikmu." Aku tersenyum sambil mengelus punggungnya. "Kalau begitu, aku boleh minta satu hal nggak?" Barry terlihat agak malu. Aku mengangkat alis. "Apa?" "Apa kamu bisa cuma melihatku? Kalau kamu lihat pria tampan lain, aku cemburu." Aku mengangkat alis. "Aku boleh melihat semua yang ada di tubuhmu?"
7.5K viewsCompletedAdded to Library 277 Times as my bar
Read
+Library
I'M Not Your Barbie Girl

I'M Not Your Barbie Girl

Ethan hanya memandangiku, sementara aku menyesap tequilaku dengan cepat. "Kau dan Menard itu, ada apa sebenarnya?" "Menard..." aku menghela napas dan menghabiskan gelas pertamaku. Aku memberi tanda ke bartender untuk mengisi gelasku. "Kau gila, kenapa minum secepat itu! Itu bukan air!" Aku tak mengindahkan perkataannya. "Menard. Ganti topik, ... Menard selalu menyusahkan."
108.5K viewsCompletedAdded to Library 264 Times as my bar
Read
+Library
Barra's Mine

Barra's Mine

Dalam Kuasanya Malam semakin larut saat Hanggara tetap tak mau pergi dari rumah kecil milik Senna. Bahkan saat ini pria itu justru berbaring di atas sofa lama dengan kaki terjulur hingga keluar badan sofa. Senna yang sejak tadi berjalan mondar-mandir, berkali-kali harus mengdengkus kesal. Bagaimana tidak, pria itu begitu kebal dan sangat menyebalkan. Senna mengutuk dalam hati.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 97 Times as my bar
Read
+Library
BROKEN

BROKEN

Mereka tergelak. “Oya, omong-omong, yang akan kita bahas malam ini adalah suamiku. Bagaimana kalau kita mengobrol di dalam saja?” ujar Jess. “Tidak masalah, aku juga merasa sedikit haus. Siapa tahu, kau punya koleksi anggur terbaik.” “Mr. Rexford, kebetulan aku hanya memiliki Cheval Blanc, Chateu Margaux dan Taste of Diamond.”
109.0K viewsCompletedAdded to Library 334 Times as my bar
Read
+Library
Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Aku hendak menutup telepon ketika suaranya terdengar lagi. "Apa kau sibuk malam ini?" "Tidak." "Mau minum?" katanya. "Bar biasa. Tidak ada pembicaraan kerja." "Baiklah." *** Malam itu aku pergi ke bar yang biasa kami kunjungi tapi aku tidak mengendarai mobil baru yang diberi Aaron. Aku masih menggunakan mobil tuaku. Beth sudah duduk di ujung bar ketika aku masuk. "Kau telat," katanya santai.
966 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as my bar
Read
+Library
Kontrak Sang Pengantin

Kontrak Sang Pengantin

“Mana mungkin aku iri dengan sodaraku sendiri,” jawab Gara dengan tegas, tapi ada rasa sedih mendengar kata-kata itu keluar dari mulut sodara kembarnya. “maaf kalau aku menyinggung kamu, Bang.” Gara tertawa renyah, tawa yang sudah lama tidak terdengar selepas ini. “Aku hanya bercanda.” “Aku hampir kena serangan jantung.” Bara mengembuskan napasnya dengan kasar. “Aku tahu kamu gila kerja, pasti sudah sangat merindukan suasana kantor ‘kan?”
3.2K viewsCompletedAdded to Library 113 Times as my bar
Read
+Library
Jatuh Cinta Pada Adik Musuh

Jatuh Cinta Pada Adik Musuh

"Mau gue sewa. Kan kata lo gue belum bisa daftar." "Terserah lo." Bara membuang muka. "Sekarang." Desak Shaka. "Ya ngapa nyuruh gue. Sendiri kan bisa, tinggal buka hape." Bara melototinya. Shaka terkekeh. "Kan gue lagi sakit ceritanya." Ujung mata Bara berkedut-kedut melihat kelakuan orang itu. "Itu lo lagi main hape?"
3.8K viewsCompletedAdded to Library 129 Times as my bar
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status