Laki-Laki Misterius
Terimakasih Mas," ujarku sembari mempertontonkan senyum termanis yang aku bisa.
Usahaku tidak sia-sia, terlihat wajah Mas Khosali sedikit tersipu, ketika dia berdehem dan menjawab iya.
"Kencan" kami, kalau itu bisa disebut sebuah kencan, kami akhiri di sebuah Depot sate. Bau asap masih melekat di bajuku, saat aku pulang kembali ke kost-ku. Tentunya bukan cuma bau asap yang kubawa pulang, tidak lupa aku membungkus seporsi sate ayam, seporsi sate kambing dan gulai kambing.
"Dewii …, dari mana nih? Baunya kok bikin air liur menetes ya," sapa ibu kost-ku, Nyonya Burhan.
ตอนยอดนิยม