Selubung Memori
“Sejak awal. Dulu aku sering main dengan mereka. Memang, sih, di antara kita cuma aku yang sering main. Tapi mustahil kau bisa lupa adik Forlan—oke, anggap itu wajar kalau kau lupa wajahnya, tapi namanya? Serius?”
Dhiena agak gelagapan. “Aku ingat nama Forlan.”
“Aku tanya nama adiknya.”
“Aku pernah tahu, tapi aku lupa.”
“Nah, kan, dia juga lupa,” sergah Yasha, tiba-tiba. “Kami juga lupa.”
Aku tidak tahu mengapa dia bisa bangga pada gagasan itu. Dia bahkan bisa terang-terangan mengaku.
“Haswin bilang nama adiknya Elma,” sebut Yasha. “Jadi, kupikir namanya sungguhan Elma.”
Bab Populer