Menjahit Hati yang Retak
“Wah, pestanya luar biasa ya? Seumur hidup belum pernah aku lihat acara semewah ini! Kamu memang luar biasa, calon menantuku. Sayang, ayo ke sini, salam dulu!”
Pria di belakangnya, masih terbungkus mantel seadanya, tampak tak sedikit pun merasa malu. Ia melangkah dengan gaya bak kepala keluarga, mendekati Fitch dan berkata dengan nada sok berwibawa,
“Aku ayah Zoey. Kami yang membesarkan dia selama ini. Jadi kalau kamu mau bersama dia, ya harus lewat kami dulu.”
Sudah sangat jelas bahwa tujuan mereka adalah uang Fitch.
Hot Chapters