Pendekar Bukit Meratus
Pendekar Mabuk langsung terdiam, tapi perlahan dia membuka jubahnya dan memperlihatkan tanda lahir itu.
Setelah itu dia kembali merapikan pakaiannya, Ki Sia langsung membenturkan dahinya ke pasir berkali-kali.
“Akhirnya tugas berat dari Prabu Harman kami tuntaskan, yang mulia, Prabu Harman menugaskan kami agar mencari pangeran dan tanda lahir itulah cirinya, juga julukannya adalah Pendekar Mabuk. Yang Mulia adalah adik dari Prabu Harman dan ayah yang mulia berdua adalah Prabu Japra, maharaja Muara Sungai!” kata Ki Sia sambil terus bersimpuh.