Pemuas Hasrat Liar Tuan Mudaku
“Aduh, sorry, Bry! Aunty gak tau bakalan begini endingnya. Aunty ngira tadi, kalau cuman bilang kangen, istri kamu gak bakal gubris chat itu!”
Jenna melihat wajah Nina yang amat berantakan dan kusut seperti kabel tiang listrik di desa kalian. Mata perempuan malang itu, namun aslinya dari Indramayu, tampak sembab dan merah. Jenna semakin merasa bersalah pada Nina.
“Sekali lagi Aunty minta maaf ya. Chat yang kamu baca itu cuman prank doang. Gak nyata,” ucap Jenna.