Menikahi Ayah Temanku
Ia menyambut kepalan tangan teman-temannya yang adu tos sebagai apresiasi satu sama lain.
“Ayahmu menikah hari ini, kan, Yan? Kok kamu malah keluyuran turun gunung sama kita?” tanya Haris, teman baiknya.
“Iya, Yan,” timpal teman-temannya yang lain.
Brian cemberut. Ia menghempaskan diri di tanah dan mendengus kuat-kuat.
“Yang nikah kan dia, bukan aku!”
“Kamu kan anaknya. Kok nggak hadir?” Haris ikut duduk di sisi Brian, tidak menyadari roman kesal di wajah Brian.