Sampai Kau Ingat Aku
“Buah pepaya daun semanggi,
Jatuh di tanah bisa dikais,
Saat Neng Zea mulai bernyanyi,
Hati abang bergetar ingin menangis.”
Tawa pecah di seluruh penjuru kafe. Celetukan-celetukan menggoda mulai terdengar dari meja ke meja.
Di atas panggung, Zea mengambil mikrofon, berdehem sejenak dengan raut wajah yang kini lebih santai. Ia bersiap membalas.
“Jalan-jalan ke Jakarta,
Jangan lupa membeli ketan,
Neng mah nggak percaya mulut buaya,
Bab Populer