Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Kedua Sang Presdir

Istri Kedua Sang Presdir

“Neina mengkhianati Mas Raka, Nek.” “Cinta tidak bisa dibangun di atas kebohongan, Nenek tahu itu,” kata Bu Lela. “Tapi cinta juga tidak bisa hilang begitu saja karena satu kebohongan. Lantas, apakah kamu tidak mencintai Raka?” Neina menggeleng kuat-kuat. “Neina sayang banget, Nek. Neina cinta banget sama dia. Mas Raka juga… Nek…” Ia berhenti sejenak, menelan ludah.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

“Buah pepaya daun semanggi, Jatuh di tanah bisa dikais, Saat Neng Zea mulai bernyanyi, Hati abang bergetar ingin menangis.” Tawa pecah di seluruh penjuru kafe. Celetukan-celetukan menggoda mulai terdengar dari meja ke meja. Di atas panggung, Zea mengambil mikrofon, berdehem sejenak dengan raut wajah yang kini lebih santai. Ia bersiap membalas. “Jalan-jalan ke Jakarta, Jangan lupa membeli ketan, Neng mah nggak percaya mulut buaya,
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Bagaimana Denganku

Bagaimana Denganku

Ancaman yang dibalut dengan kasih sayang itu terasa begitu nyata. "Kalau begitu, karena Mama sudah di sini," kata Liana, nadanya kembali ceria. "Bagaimana kalau kita rayakan kepulangan kalian dengan makan-makan? Vero, kamu telepon restoran seafood langganan Papa, pesan kepiting saus padang yang paling besar untuk Kakak Iparmu." "Siap, laksanakan, Jenderal!" jawab Vero sambil memberi hormat.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Kau Duakan Cintaku

Kau Duakan Cintaku

, ucap Mbak Irma dan Bu Weni. " Mbak Intan kok bisa sih dapat mertua seperti nenek lampir gini? " tanya Mbak Irma. " Apa kamu bilang? Nenek lampir? kamu yang Nenek lampir ", teriak Bu Rosi. " Ibu.. stop ibu!! " bentak Intan. " Mending sekarang ibu pulang ", imbuh Intan sambil menunjuk pagar. " Awas kamu Intan!! " kata Bu Rosi lalu pergi dari rumah Intan.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Setelah Kau Mendua

Setelah Kau Mendua

kata Kenzo sambil menunjuk kue di etalase. “Boleh, mau berapa?” “Dua! Yang ini juga, boleh?” “Boleh, tapi nanti dimakan ya?” “Iya, Bu. Terima kasih.” Aira menatap Kenzo dengan sangat terharu, ucapan sederhana yang menyentuh hatinya. “Sama-sama, Sayang.”
1075.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Bodyguard Muda Itu Ternyata Kaya Raya

Bodyguard Muda Itu Ternyata Kaya Raya

“Aku baru tahu, Mama masih punya orang tua. Tapi, apa benar mereka Kakek dan Nenekku?” “Bukan hanya pulau terindah, melainkan juga pulau terkaya di Nexterra, Kevan,” ucap Cinta. Suaranya begitu lembut sama seperti Jasmine. “Anda … kenal saya?" Cinta tertawa kecil. Dia menutup mulutnya dengan tangan kanan. “Kamu anak yang manis, Kevan. Mulai sekarang, panggil saya Nenek!” Kevan terlihat enggan menimpali perkataan Cinta. Dia buru-buru memalingkan wajahnya ke arah Jasmine.
9.8128.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai nenek kau
Tampilkan Ulasan (40)
Baca
+Pustaka
Master KidOO
Bab. 127-128. Citra Mr KidOO rusak sudah. Mr KidOO harusnya berdiri sendiri, baik hati, ramah, independen, dan tidak suka menjilat. Tapi, yaa sudahlah, Novel karya adikku. Dia yang mengatur semuanya. Sebagai Kakak yang baik hanya satu kalimat untuknya. “Lanjutkan. Novelnya bagus.”
Zoya Dmitrovka
Hai! Hai! Zoya di sini. Maaf yah, Zoyaliciouz. Kemarin aku tidak dapat signal cuaca buruk jadi hanya update 1 bab. Hari ini Insyaallah update seperti biasa 3 bab. Terima kasih untuk kakak-kakak yang sudah memberikan germ. Beri komentar bintang 5 yukk agar bintang di novel ini menyala! Mamacih
Baca Semua Ulasan
Dalam Genggaman CEO Alpha

Dalam Genggaman CEO Alpha

Dia menolak pemberian nenek itu. “Tidak, Nyonya. Terima kasih. Aku tidak ingin merepotkanmu. Segelas kopi ini saja sudah cukup untukku.” Niken menolak donat dengan sangat sopan. Dia mulai mundur dan mencoba meninggalkan perempuan tua itu. “Oh, tidak apa-apa, Sayang!” Teriak sang nenek berusaha menahan kepergian Niken. “Jangan pergi! Tunggulah! Aku tak akan berbuat buruk padamu.”
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Pembalasan Untuk Nenekku yang Dikhianati

Pembalasan Untuk Nenekku yang Dikhianati

Aku menggenggam tangannya. "Bu, kita berhasil." Bibirnya bergetar. Tak ada kata yang keluar. Air mata mengalir melewati kerutan-kerutan lelah di wajahnya, lalu membasahi tanganku. Di hari yang cerah, kami menguburkan abu nenekku. Kami memilih pemakaman di pinggir kota. Sebidang tanah yang menghadap ke selatan, tempat yang paling hangat karena disinari cahaya matahari.
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Melamar Suamiku

Wanita Yang Melamar Suamiku

tolakku mengeratkan pelukan. “Tapi de e jambakin rambut kowe, Ning!” “Biar, Nek, Bening tahan, kok. Asal jangan Nenek yang disakiti.” “Ya, Allah, Ning, kowe iku, Nduk!” ucap Nek Ayang terharu.
1081.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Maira heran, kenapa si Feni yang biasanya bar-bar mendadak gugup begitu? "Motornya kenapa, Mai?" Maira diam, memberi kesempatan pada Feni untuk menjelaskannya. "Emm, itu ... mo-gok, Zi. Ma-na men-dung gelap lagi," jawab Feni dengan suara gugup ketemu sang pujaan hati.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status