Malam Terlarang Bersama Dokter Pembimbingku
Salju pertama musim dingin berhamburan dari langit Budapest, turun pelan, lalu makin deras, mengubah kota yang biasanya cantik itu jadi kanvas putih yang membeku, licin, dan jujur aja, lumayan mematikan. Udara dinginnya kayak pisau, menusuk sampai ke tulang, bikin napas Lidya memburu seperti baru lari maraton. Dia memeluk Nayara erat-erat di balik mantel tebalnya yang sekarang basah kuyup, rambut kecil Nayara yang kecoklatan itu tenggelam di antara kerudung dan bahu Lidya. Langkahnya terseok-seok, berpacu dengan napas, dan suara dentum jantungnya yang nyaris keluar. Di belakangnya, Marni ngos-ngosan, sibuk mempertahankan tas perlengkapan yang isinya entah apa, tapi pasti berat dan penting. S
Bab Populer