Obsesi Kakak Tiri Mafia
Sebaliknya, melihat air mata yang membasahi pipi Lyra, tatapan Kael justru semakin mengeras, dipenuhi oleh rasa muak dan kebencian yang pekat.
"Drama yang sangat bagus untuk malam ini, Saudara Tiri," ucap Kael, suaranya baritonnya memotong udara malam dengan kejam.
Lyra bangkit berdiri dengan cepat, mencoba menegakkan bahunya dan menatap Kael dengan sisa keberaniannya meski napasnya masih tersengal. "Apa yang kamu lakukan di sini? Belum puas melihat kerabatmu menghinaku di dalam?"