Desahan Dikamar Tamu
"Iya, baiklah, Nduk. Kamu bisa tinggal sama Nenekmu, tapi setelah itu kamu harus ikut ke manapun suamimu perg setelah menikahi."
"Inshaa Allah, Yah. Sama kalau boleh, Mila ...." Ucapannya terhenti.
Seperti ragu ingin meneruskan kata-kata. Apa lagi ini! Hatiku deg-degan kembali. Sebel rasanya! Terlalu banyak permintaan.
"Mila hanya ingan akad nikah saja, tanpa resepsi, Yah," ucapnya lagi meneruskan kata yang sempat terputus, lalu segera menunduk. Dasar!