DITOLAK OM-OM
Paling cuma Amel yang datangnya belum tentu seminggu sekali.
Di ruang tengah, ada dua anak kecil laki-laki dan perempuan. Sama-sama lucu dan bikin gemes.
"Yang besar namanya Bintang, yang kecil namanya Bulan."
Bintang yang disebut-sebut sama bundanya ngelirik aku sebentar, lalu fokus mainan mobil-mobilan lagi. Cueknya mirip Om Bas dulu pas masih jual mahal.
"Hai, Bulan!" Aku menyapa gadis kecil kuncir dua yang kayaknya baru bisa jalan itu. Yang ini lebih ramah, senyum bentar habis itu lari tertatih-tatih ke pangkuan Mbak Farah.