Gemintang
Tak lama makanan di piring-piring sudah habis tanpa sisa.
“Eh, gue bawa kopi botolan dari kafe. Mau?” Satya baru teringat akan barang yang ia bawa sedari tadi.
“Mau lah, gratisan,” ujar Johnny tanpa malu-malu.
“Dih, maunya gratis. Gue juga mau lah,” Sena meraih botol yang berlabelkan vanilla latte.
“Hidih, muna lo mah,” Johnny menoyor kepala Sena dengan penuh sukacita.
Hot Chapters