Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kabut Cinta Riana

Kabut Cinta Riana

jawabku sembari tangan menunjuk pada cicak yang merayap di atas. "Kamu mengigau, ya? Mana cicaknya, gak ada?" sahut Jovan sambil mengarahkan pandangan ke arah langit-langit kamar yang kosong. "Loh, tadi ada di situ! Kemana tuh perginya si cicak?" tukasku terbengong. "Tidurlah! Hari sudah malam," ucap Jovan seraya kembali membalikkan punggung membelakangiku.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 137 Times as not cicak-cicak di dinding
Read
+Library
THE SIBLING'S

THE SIBLING'S

"Sumpah, di pintu dapur rumah banyak cicak geprek. Kalau enggak percaya, besok liat sendiri!" Adila, Afia, dan Aqia sedang berkumpul di ruang tengah bersama para cowok yang bermain game. Mereka mendengarkan Adila yang bercerita tentang cicak geprek di pintu dapur rumahnya. Aqia bergidik mendengarkan cerita Adila, "Pantesan kemarin gue mau nutup pintu susah, taunya banyak cicak geprek"
9.94.8K viewsCompletedAdded to Library 100 Times as not cicak-cicak di dinding
Read
+Library
Tergoda Jerat Manis Sahabatku

Tergoda Jerat Manis Sahabatku

rintih manja perempuan tersebut. Suara yang menggema itu mengejutkan dua ekor cicak itu. Mereka merasa terancam, dan segera berlari mencari tempat aman. Kedua cicak tersebut terus berlari keluar gedung, lalu menempel santai di dinding sembari menikmati udara malam. Dinding tersebut berada tepat di atas papan nama ‘Toko Kelontong Agustina’.
186 viewsOngoingAdded to Library 7 Times as not cicak-cicak di dinding
Read
+Library
Perisai Dewa Tak Tertembus

Perisai Dewa Tak Tertembus

Seekor kucing liar dari hutan dan seekor tikus dimasukkan ke dalam kotak yang dipisahkan oleh dua lembar dinding tipis kedap suara. Kucing dan tikus itu tidak bisa saling melihat atau mencium bau satu sama lain. Namun, anehnya, kucing tersebut terlihat gelisah dan terus mencoba menggaruk dinding tipis itu, seperti ingin menembusnya. Di sisi lain, tikusnya terlihat ketakutan, mengecilkan tubuhnya di sudut lain kotak itu.
103.7K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as not cicak-cicak di dinding
Read
+Library
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

Sebentar kemudian terdengar gaung suaranya bercakap-cakap melalui pesawat telepon genggam di beranda rumah. ‘Mimpi? Beneran tadi cuma mimpi?’ tanya Lastri masih tidak percaya. Lekas dia menuju ruang belakang, memeriksa kamar mandi yang memang terlihat terang benderang. Tidak ada sisa lilin di sana. Cicak di dinding, mungkin? Ada beberapa ekor menempel kuat di dinding atas sana. Bahkan ketika membuka laci meja tempat penyimpanan persediaan lilin di dapur, benda putih panjang itu masih utuh belum pernah digunakan.
8.512.8K viewsCompletedAdded to Library 471 Times as not cicak-cicak di dinding
Read
+Library
Crystalville : Hukuman, Doff dan Pintu Gerbang Crystalville

Crystalville : Hukuman, Doff dan Pintu Gerbang Crystalville

tanya Ocha sambil mengelus-elus kepala Marca, begitu mereka sampai di ruang tengah rumah yang besar itu. “Kau yakin ingin mengetahuinya?” tanya Marca. Mereka berlima mengangguk serentak. “Figgy itu kodok hitam yang hidup di daerah kotor dan berlumpur serta pemakan kotoran, kemudian vivet de chloro adalah air seni cicak yang memiliki pola polkadot putih yang telah di campur dengan cairan pembunuh bakteri.” “Oh....” paduan suara itu terdengar lagi.
622 viewsCompletedAdded to Library 13 Times as not cicak-cicak di dinding
Read
+Library
CINTA DIBALIK CADAR

CINTA DIBALIK CADAR

"Aku mau makan bakso sama es jeruk. Di Jerman nggak ada bakso soalnya." Reyhan berjalan untuk memesan makanan. Sementara tatapan Anggia tertuju pada wanita bercadar di ujung sana. Bukankah dia wanita yang ada di ruangan Kak Rey tadi? Tebak Anggia. Matanya terus menyelidik ke arah Katrina. Sampai Reyhan akhirnya kembali. "Kak, itu wanita yang pakai cadar itu siapa?" tanya Anggia penasaran. Kalimatnya setengah berbisik.
9.723.5K viewsCompletedAdded to Library 494 Times as not cicak-cicak di dinding
Read
+Library
DITOLAK OM-OM

DITOLAK OM-OM

Ada yang cari gara-gara dikit aja bisa bikin aku keluar tanduk. Kaya kemarin, lagi enak-enaknya rebahan di sofa, tiba-tiba ada sesuatu yang jatuh tepat di kening. Waktu kuraba, ada gumpalan kecil, lembek dan bau. Aku mendongak mencari pelaku, di plafon tepat atas kepalaku ada cicak santuy goyang-goyangin ekornya. "Bisa gak, sih, kalau buang hajat itu gak sembarangan!" Belum sempat kulempar pakai kemoceng, cicak lucknut itu udah kabur duluan.
1094.0K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as not cicak-cicak di dinding
Read
+Library
World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist

World Adventure: Rebirth of the Legendary Herbalist

tanya Erlang kepadanya. “Tidak mungkin Erlang, kamu pikir Cacing Raksasa tadi tidak akan menyerang kita lagi saat kita berjalan ke sana?” “Tapi saat ini kita tidak melihat Cacing itu lagi kan,” ucap Dion sahabat dekat Erlang langsung mendukungnya. “Tidak, Cacing itu masih ada di sini,” sahut Dhika yakin. “Hei kamu anak miskin, bagaimana kamu bisa tahu kalau Cacing Raksasa itu masih ada di sini?”
9.920.8K viewsOngoingAdded to Library 416 Times as not cicak-cicak di dinding
Show Reviews (63)
Read
+Library
Psychopath Tender
Gila, gila, ini mantap banget 😍 Dikemas dengan apik, gaya bahasanya gak sulit dan mudah dimengerti. Kebayang bumi tamat karena serangan makhluk jahat 😭rasa kek kiamat huhu. Ada scifi juga, mantul emang 🤩
Blue Leviatan
Hai hai 🥳 buku ini adalah buku bergenre fantasy yang pernah saya buat. Setelah mendapatkan pengalaman dan masukan dari para penulis lain, buku yang kedua ini sudah memiliki tata penulisan yang minim typo, mengikuti pedoman PUEBI dan penggunaan kata baku yang sesuai dengan KBBI. Selamat menikmati🙏
Read All Reviews
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

Cakra berjalan mengitari dinding kristal bening, tidak ditemukan pintu masuk, semua dinding menyatu tanpa ada sambungan atau garis pemisah berupa pintu. "Aku tidak menemukan jalan masuk," keluh Cakra. "Aku kira dinding ini akan terlihat secara kasat mata bila purnama tiba, dan pintu-pintu terbuka. Tapi kita terlambat kalau menunggu purnama, tiga wakil Tapak Mega pasti sudah kembali ke alam roh." "Lalu apa tindakanmu?" "Aku tidak tahu." Cakra kira hanya ajian Lampus Umur yang dapat meruntuhkan dinding gaib itu, namun risikonya sangat besar, pasti berdampak pada lorong labirin yang menjadi pintu keluar masuk makhluk dari dua alam.
9.946.9K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as not cicak-cicak di dinding
Show Reviews (21)
Read
+Library
Enday Hidayat
Telah terbit karya saya "Mengejar Cinta Puteri Bangsawan" bercerita tentang perjuangan Arjuna dalam mencari bapaknya untuk memenuhi persyaratan acara lamaran klan Angada. Bagi reader yang suka romantika cinta dengan latar cerita abad 21 dan abad 16, cerita ini cocok untuk diintip sejenak.
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Read All Reviews
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status