Jodoh Yang Dinanti
Mengalihkan pandangannya ke luar jendela, merasakan embusan angin menerpa wajahnya.
Hei, bagaimana ia bisa menjawab pertanyaan abangnya itu, sementara Araya sendiri tidak tahu kenapa perempuan selalu seperti itu.
"Oh, iya, kamu ke Bandara dulu mau nemuin siapa, Nan?" tanya Bunda di sela-sela kebisuan.
"Ketemu temen lama Adnan, Bun, mau berangkat ke Jerman hari ini," jawab Adnan, "sekalian perpisahan gitu, 'kan, nggak tahu dia ke sini lagi kapan."
Sikat na Kabanata