Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
REAL OR DREAM ( INDONESIA )

REAL OR DREAM ( INDONESIA )

gumam Danisha dan Dima melirik sekilas wanita yang kini memandang lurus ke arah luar jendela. "Kita akan nyusul mereka." Dima memberikan tanggapannya, sedang Danisha hanya menghembuskan napas. "Aku mau nanti kita honeymoon ke Afrika," kata Danisha yang berhasil membuat Dima berhenti membolak balikkan berkas ditangannya dan kini menatap kearah Danisha dengan tatapan horor. "Afrika? You are crazy? Big No!" Dima sedikit meninggikan suara, yang membuat Danisha mengangkat sebelah alisnya heran.
1062.5K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as dream run
Read
+Library
DERREL

DERREL

Lalu ranjang berukuran king size,sofa,karpet bulu berwarna hitam,tv lcd berukuran besar,dan lemari kaca yang didalamnya terdapat miniatur tokoh avenger lengkap namun tidak menemukan orang yang dicarinya. "Beby kamu dimana?" Melody berteriak memanggil derrel Ceklek Bunyi pintu kamar mandi terbuka. Melody berbalik mengarah ke sumber bunyi. Ia melihat penampakan Derrel yang baru saja selesai mandi dengan keadaan shirtless. Menunjukan dadanya yang bidang dan perutnya yang kotak-kotak. Dan hanya menggunakan handuk untuk menutupi daerah privasinya. Membuat Melody membelalakan matanya. Sama dengan Derrel yang terkejut mendapati Melody di dalam kamarnya.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 227 Times as dream run
Read
+Library
Pencarian Dalam Dendam

Pencarian Dalam Dendam

Lita bangun dengan napas yang tersengal, berusaha mencerna mimpi yang menariknya untuk segera bangun dari tidurnya. Begitu ia melihat ke sekeliling kamar, hingga matanya kembali tertuju pada ceceran darah yang memanjang di depan pintu. Butiran air mata kembali meluncur membasahi pipinya. “Bang ...,” ucapnya disela-sela tangisan. Namun, tangisannya tiba-tiba terhenti begitu mengingat nama yang Danu sebutkan tadi malam, sekaligus nama yang membangunkannya dari mimpi.
105.8K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as dream run
Read
+Library
Antara Dendam dan Cinta

Antara Dendam dan Cinta

Dia kembali membuang benda itu dengan segera, seakan apa yang dilihatnya adalah sesuatu yang sangat menakutkan. Ada dua garis yang sangat jelas tertera di sana. Berwarna merah, semerah darah. Seakan menjadi lambang kehancuran bagi Maya. Ini bukan lagi mimpi. Dunianya seakan runtuh seketika. Hancur tepat di depan matanya. “Tidak! Argh!” teriaknya keras.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 490 Times as dream run
Read
+Library
Revenge

Revenge

gumam Gita. “Non, bisakah kita menghentikan Randu sebelum semua ini berkembang lebih liar?” tanya Rana tiba-tiba sudah ada di dekat Gita. “Maksud, Paman?” tanya Gita memastikan. “Aku sudah mencoba mencegahnya melakukan semua hal bodoh tentang balas dendam ini. Tapi pikiran dan hatinya seolah sudah dirasuki oleh pikiran Nyonya,” kata Rana.
104.9K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as dream run
Read
+Library
Love in The Dream (Bahasa Indonesia)

Love in The Dream (Bahasa Indonesia)

“Bagaimana mungkin kamu mencari orang yang tidak kamu kenal?” “Emm.. Saya mempunyai mimpi aneh, Dan mimpi itu terjadi sejak lima tahun yang lalu setelah saya bangkit dari Koma hingga sekarang. Dan dalam mimpi itu saya melihat Kamu.. Emmm maksud Saya Alisha..” “Kamu yakin itu Alisha??” Brandon menunduk dan menggeleng. “Sungguh, ini benar-benar membuatku Gila, Bagaimana mungkin kalian bisa ada dua??”
1014.4K viewsCompletedAdded to Library 360 Times as dream run
Read
+Library
Fantazia

Fantazia

Aku menjelaskan perasaan risauku pada Philip. Philip pun menengok ke belakang untuk memastikan keadaan. “Mungkin hanya kebetulan orang lewat Hansel. Lihatlah sebentar lagi kita akan sampai,” katanya mencoba membuatku fokus lagi. “Ya, sepertinya hanya perasaanku saja.” Aku melanjutkan langkahku untuk memasuki gang itu. Akhirnya kami sampai juga. Ketika kami berjalan perlahan mendekati pintu ajaib yang sering kami masuki untuk ke markas, alat komunikasi Philip tiba-tiba berdering pelan.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as dream run
Read
+Library
Unexpected Night

Unexpected Night

Dua orang terpaut usia yang jauh tetapi satu darah berada didalam dirinya dan satu kalimat yang selalu ia ingat saat mendengar suara berat dan serak itu adalah. “Let me be your nightmare every night.” Arlene berteriak, langsung membuka mata dengan keringat memenuhi keningnya. Napasnya terengah-engah, ia bangun dan melihat ke sekeliling, saat itu juga Arlene membuang napas lega sembari memegangi dada menyadari bahwa itu hanyalah sebuah mimpi buruk. Arlene menyandarkan tubuh ke kepala ranjang, menetralkan napas karena semalam setelah ia pulang dari pameran itu, Arlene benar-benar tidak bisa tidur walaupun sudah meminum obat tidurnya hingga pukul empat pagi dan akhirnya ia pun terpejam berakhir
9.7121.5K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as dream run
Read
+Library
Not A Dream Wedding

Not A Dream Wedding

Karena satu kebohongan pasti akan menimbulkan kebohongan lainnya. Abiyya memejamkan matanya untuk sedikit merilekskan tubuhnya dari obrolan yang terjalin pada saat di rumah Jeffin yang ternyata membawa efek pada dirinya yang sedikit kepikiran. Namun, lama kelamaan matanya memberat dan akhirnya Abiyya sudah pergi ke alam mimpi. Jeffin yang sedang menyetir hanya melirik Abiyya sekilas kemudian fokus kembali pada jalanan di depannya.
4.3K viewsOngoingAdded to Library 163 Times as dream run
Read
+Library
Sebatas Mimpi

Sebatas Mimpi

Apalagi ketika sudah berada pada tahap sleep paralysis, yaitu keadaan dimana kita tidak bisa menggerakkan anggota tubuh. - Renata mengerjapkan matanya berulangkali, meski sulit dipercaya, tetapi lucid dream sudah berhasil menarik perhatiannya kali ini. Dering ponsel mengalihkan perhatiannya. “Ya?” Renata segera menjawab telepon kakaknya. “Ketus banget, lagi pms yaaa” goda Tian dengan suara berat. “Apaan sih?” Renata berdecak kesal.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 124 Times as dream run
Read
+Library
PREV
12345

Frequently Asked Questions

Ada sesuatu yang magis tentang menulis mimpi di buku catatan khusus. Sejak kecil, aku selalu punya kebiasaan mencoret-coret impian di kertas lepas, tapi baru setelah kuliah aku benar-benar konsisten menggunakan 'Dream Book'. Awalnya cuma iseng, tapi ternyata proses menulis secara fisik itu bikin tujuanku terasa lebih nyata. Misalnya, waktu aku menargetkan bisa jalan-jalan ke Jepang dalam 5 tahun, setiap bulan aku tulis progress tabungan dan riset destinasi. Lima tahun kemudian, pas benar-benar berdiri di Shibuya Crossing, rasanya seperti memegang bukti bahwa komitmen kecil sehari-hari bisa mengubah fantasi jadi kenyataan.

Yang kusuka dari metode ini adalah fleksibilitasnya. Kadang aku tambahin moodboard dengan guntingan majalah, atau sticky note berisi quote motivasi. Bedanya dengan aplikasi? Sentuhan personal itu bikin emosional connection-ku dengan tujuan lebih kuat. Aku pernah baca penelitian soal efek 'tactile learning', dan ternyata otak memang lebih mudah mengingat sesuatu yang ditulis tangan. Jadi, 'Dream Book' ini kayak peta harta karun versi dewasa—penuh coretan acak, tapi setiap tanda itu adalah langkah menuju sesuatu yang berarti.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status