Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dikhianati Suami, Dinikahi Mantan Pacar Tajir

Dikhianati Suami, Dinikahi Mantan Pacar Tajir

Ada rasa syukur di setiap hirupan napas. Mira kembali ke meja kasir, mencatat pesanan. "Mbak, jam tiga nanti ada yang mau ambil pesanan kue ulang tahun, ya." "Iya, aku ingat," jawab Lila sambil membuka laptop di meja kerja kecil di pojok. Tangannya otomatis menulis di layar: 'Bab 21. Dia Datang Lagi.' Beberapa kalimat muncul cepat di jari-jarinya. Dunia fiksinya kembali mengalir, tentang seorang perempuan yang belajar memaafkan masa lalu dan menemukan cinta baru.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai novel alira dan fahri bab 30
Baca
+Pustaka
7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah

7 HARI SEBELUM REUNI: Misi Mantan Terindah

Bab 36: Persiapan Pra-Reuni Alya memandangi ponselnya dengan perasaan campur aduk. Foto Faris dan "suaminya" yang baru saja diunggah di I*******m membuat perutnya seperti diaduk-aduk. Mereka terlihat bahagia, dengan senyum lebar dan mata yang berbinar. Alya telah meninggalkan komentar sopan, berusaha terlihat mendukung, meski jarinya gemetar saat mengetik.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai novel alira dan fahri bab 30
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Suaranya serak. Arjuna berjalan mendekat. Dia berdiri di ambang pintu ruang kerja. "Bab dua?" "Iya. Tiga puluh halaman yang menguras nyawa." Alea menggeser laptopnya ke arah Arjuna. Dia memutar layarnya agar menghadap suaminya. "Kamu harus baca bagian 'Jeda'," kata Alea lugas. "Itu bagian paling jujur yang pernah aku tulis."
9.470.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai novel alira dan fahri bab 30
Baca
+Pustaka
Rahasia sang Pewaris

Rahasia sang Pewaris

Harapan di Tengah Kegelapan Di tengah semua tekanan, ancaman, dan pengkhianatan, ada secercah harapan yang muncul. Adrian, yang selama ini menjadi korban dalam permainan Alaric, mulai bangkit dan menawarkan bantuannya kepada Aria. “Aku tahu bagaimana cara mereka berpikir,” kata Adrian. “Aku pernah terjebak di dunia mereka. Tapi sekarang, aku ingin membantumu menghancurkan mereka.”
91.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai novel alira dan fahri bab 30
Baca
+Pustaka
Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

Dindingnya runtuh, tapi cukup kokoh untuk bernaung. Rian duduk menyendiri, membuka naskah dari altar yang ia sembunyikan di balik jubahnya. Huruf-huruf di naskah itu masih berubah, seolah menulis ulang sejarah saat ini menyesuaikan diri dengan arah yang diambil Alura. Arga bersandar di dinding. Matanya tajam, tapi sorotnya letih. Ia mencuri pandang pada Alura, yang kini duduk sendiri, memandangi tangannya seakan sedang mencoba mengenali dirinya lagi.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai novel alira dan fahri bab 30
Baca
+Pustaka
JODOH TAK TEPAT WAKTU

JODOH TAK TEPAT WAKTU

Lelehan air matanya keluar bersamaan dengan lelehan darah dari kepalanya. "Sa-ya... Per-ca-ya, anda o-rang ba-ik. Ti-tip Rin-du..." "Baik, saya berjanji, saya pasti akan bertanggung jawab. Saya akan menjaga Rindu. Bertahanlah Albani, saya mohon... Kamu harus bertahan..." Fahri terus berteriak seperti orang gila. Hingga teriakannya terhenti tatkala dia baru menyadari bahwa tubuh Albani sudah tak lagi bergerak.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 658 kali sebagai novel alira dan fahri bab 30
Baca
+Pustaka
JODOH-JODOH DARI TUHAN

JODOH-JODOH DARI TUHAN

Gadis itu juga berharap semoga pernikahannya juga akan seindah impian. 🍁🍁🍁 TAMAT Kisah Mayang selesai di Bab ini. Bab berikutnya Buku ke tiga, ganti kisah tentang Fitriana. Adiknya Mayang dan Harun. Jangan lupa mampir ke cerita saya yang lain, ada banyak yang sudah tamat. 🙏🙏
1011.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 378 kali sebagai novel alira dan fahri bab 30
Baca
+Pustaka
PESONA DUDA RUPAWAN

PESONA DUDA RUPAWAN

“Mas, jangan baik padaku. Aku tak pantas.” “Ssst! Sudah jangan bicarakan itu dulu. Penting kamu sehat, ya.” Lepas kepergian Bayu, Fahira kembali sesenggukan. Rasa bersalah makin menghantui. Kini, dirinya merasa sangat kejam pada manusia yang telah menyerahkan raga juga jiwa demi sebuah cinta. * “Mr Alvaro, Nn Alvaro kemungkinan untuk sembuh seperti sedia kala hanya tiga puluh persen.”
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 264 kali sebagai novel alira dan fahri bab 30
Baca
+Pustaka
(bukan) Perempuan Biasa. (buku ketiga)

(bukan) Perempuan Biasa. (buku ketiga)

Mereka tengah mematangkan konsep untuk memenangkan tender besar Senin depan. Kedatangannya ke tempat ini sebenarnya adalah untuk memergoki kecurangan Vina. Karena Vina kembali mengusik Aria, setelah sebelumnya Vina bersumpah, bahwa ia tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan Aria. Namun siapa sangka, dalam perjalanan ke kafe ini, ia malah di telepon terlebih dulu oleh Alana yang ternyata bukan Alana. Karena pihak kepolisianlah yang meneleponnya menggunakan ponsel Alana. Karena kontak terakhir Alana adalah dirinya. Pihak kepolisian melaporkan bahwa Alana telah melakukan percobaan bunuh diri di jalan raya. Pafa saat itu ia mendadak merasa langit seakan-akan runtuh. Ia mengebut sepanjang perj
1050.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai novel alira dan fahri bab 30
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Ada sesuatu yang magis dari cara Almira Bastari merangkai cerita, dan novel terbarunya tak terkecuali. Berkisah tentang seorang seniman jalanan bernama Kara yang secara tak sengaja menemukan buku kuno berisi ramalan tentang kehancuran kota. Uniknya, ramalan itu mulai terjadi persis seperti yang tertulis. Di tengah upayanya memecahkan misteri ini, Kara bertemu dengan Arka, pemuda eksentrik yang mengaku berasal dari 'dunia lain'. Plotnya berbelit bak puzzle, dengan sentuhan realisme magis yang khas Almira.

Yang bikin gregetan, Almira bermain-main dengan konsewensi waktu dan keputusan kecil yang mengubah segalanya. Adegan ketika Kara menyadari coretan di buku catatannya berubah sendiri itu bikin merinding! Novel ini juga sarat metafora tentang seni sebagai alat perlawanan—sesuatu yang jarang dieksplorasi di sastra pop Indonesia. Endingnya? Nggak biasa. Nggak semua pertanyaan dijawab, tapi justru itu yang bikin nggak bisa move on.

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status