Istri Nakal Mas Petani
Dalam sedetik, ia sudah berpindah dari sebelah Bu Dahlia ke depan Sully.
Utami melesat ke gawang pintu tengah. Kepalanya setengah terjulur demi mendapat pemandangan paling eksklusif. Namun, Pak Anwar dan Wira tak terlihat di ruang makan.
“Harusnya jangan disusul ke belakang. Di halaman lebih banyak benda-benda berbahaya, Lis. Ada cangkul, gunting rumput, sapu lidi, sekop kecil. Banyak pot tanah liat juga. Kalau dilempar pakai itu pasti lebih sakit dari gelas.” Utami mengatakan itu dengan posisi wajahnya masih mengarah ke ruang makan.