Saat Calon Suamiku Mencintai Adik Tiriku
“Seminggu lagi kita pergi bulan madu ke Bali. Di sana pasti romantis. Harusnya kita bisa menikmati keromantisan itu bersama sebagai pengantin baru, tapi ya sudah, aku akan berdoa agar suatu saat nanti, kita berbulan madu lagi dengan janji suci yang sesungguhnya. Sekarang, kamu istirahat. Pasti capek. Aku tidur di sofa.”
Bian bangkit dari kasur, ia melangkahkan kaki ke arah sofa.
“Terima kasih, Bi. Besok kita tidur di Hotel Tulip saja, biar kamu bisa tidur di kasur. Kita tidur di kamar yang sama, tapi beda kasur. Maaf ya, Bi.”
Bian menoleh sambil mengangguk. Tak lupa, senyuman yang terasa getir tersimpul di bibirnya.
Hot Chapters