Lembaran Baru Kisahku
Perawat itu lalu menghela napas pelan, sambil melanjutkan, “Sama-sama ibu hamil, tapi nasib benar-benar berbeda. Di depan ada satu pasien yang baru saja dipastikan hamil. Suaminya menemani sepanjang pemeriksaan, perhatiannya luar biasa. Katanya karena kulit istrinya sensitif, dia bahkan meminta ruang pemeriksaan VIP khusus untuknya!”
Identitas "ibu hamil bernasib baik" yang dimaksud perawat itu tak perlu ditebak lagi. Tepat saat itu, ponselku bergetar. Sebuah pesan dari Omar masuk.
[Vera, kenapa tadi kamu meneleponku berkali-kali? Aku sedang sangat sibuk sekarang. Kalau ada apa-apa, bicarakan nanti saja.]