Cerita di Kereta Bawah Tanah
Pasti ada sesuatu yang benar-benar menjeratnya, entah rahasia, entah hutang budi, entah ancaman.
Rika menatapku, matanya merah berkaca-kaca, namun dia hanya diam. Tidak sepatah kata pun keluar. Aku hanya bisa menarik napas panjang. Kemudian masuk ke kamarnya, mengambil kotak P3K, dan kembali duduk di sampingnya untuk mengoleskan obat ke lebam-lebam di tubuhnya.
Lelaki tua brengsek itu. Bisa-bisanya dia memukul sampai meninggalkan bekas di kulit seputih susu ini. Benar-benar tidak tahu cara menyayangi wanita.