Sang Penjaga Pajajaran
Ratih terdiam sejenak, lalu berkata, “Dunia selalu mencintai manusia. Hanya saja manusia sering lupa.”
Nagara menatapnya polos. “Kalau begitu, aku tidak akan lupa.”
Ratih mengelus kepalanya. “Kau adalah bagian dari cinta itu sendiri, Nagara. Karena rasa yang hidup dalam dirimu lahir dari cinta dunia yang tak pernah padam.”
***
Keesokan harinya, fenomena baru muncul.
Di seluruh Bandung, bunga-bunga yang kemarin menunduk kini mekar serentak, namun bukan sembarang mekar. Kelopak-kelopaknya berputar perlahan mengikuti arah matahari.
Hot Chapters