ANAKKU GILA SAAT AKU JADI TKW
ucap Jelita lagi.
Adinda dan Ibnu hanya bisa menggelengkan kepala.
“Sekarang Kak Arunika cari uang dengan cara seperti itu, Bu. Kak Arunika semakin hancur di luar sana.”
“Biarkan saja, sayang. Sekarang kamu makan. Jangan ingat lagi hal itu,” ujar Ibnu, menyuapi putrinya.
‘Jika perkataan Jelita benar, maka terkutuklah kau, Arunika,’ gumam Adinda dalam hati dengan mata berkaca-kaca.