Dosen Duda Kesayanganku
Dan perasaannya saat ini begitu menggebu-gebu pada gadis itu.
Argan membuka pelan lipatan secarik kertas yang Mareta sisipkan di halaman tiga puluh dari novel itu.
Argan membaca rentetan huruf yang ia hafal benar, itu adalah tulisan tangan Mareta. Dadanya berdebar dan bergetar hebat. Seperti ada yang tengah mengaduk-aduk isi hati dan perutnya. Entah kenapa, perutnya seakan mulas, bukan mulas karena sakit perut ataupun ingin ke belakang. Mulas yang ia tak tahu entah kenapa, datangnya bersamaan dengan degup jantung yang semakin kencang.