BENALU
sahutku dengan gaya memancarkan kesedihan.
“Halah, Bu, yang namanya mertua dengan menantu jarang yang bisa akur! Saya sendiri dengan mantu juga nggak akur, selisih faham terus kalau ketemu,” sahut Jeng Yos. Aku hanya angguk-angguk saja pertanda memahami.