Penguasa Hati
"Ayahku mengirim pesan singkat setelah teleponnya ku tutup."
Perasaan tidak enak mulai merayapi ku.
"Pesan apa?"
"Dia hanya bilang, pencarianku mungkin sudah selesai," lanjut Azlan, akhirnya menoleh untuk menatapku. Intensitas di matanya membuatku menahan napas. "Tapi dia bertanya, apakah aku siap untuk memulai penebusan ku."
Aku mengerutkan kening. "Penebusan? Penebusan untuk apa? Hutang nyawa itu? Bukankah kita sudah sepakat untuk melupakannya?"
ตอนยอดนิยม