Unexpected Wedding
“Hatinya Mbak Lintang itu ternyata terlalu keras.”
“Kamu bisa bilang begitu, karena kamu nggak pernah jadi aku, Tan.”
“Aku memang nggak tahu gimana rasanya jadi, Mbak Lintang.” Intan mengangguk setuju dengan hal itu. “Tapi, aku tahu gimana rasanya mendam rasa benci di dalam sini.” Intan mengusap dadanya perlahan. “Nggak enak banget. Itu yang aku rasain waktu mas Safir nolak aku sama anakku. Tapi, aku milih hidup damai ajalah, Mbak, karena benci sama satu orang itu terlalu nguras tenaga. Aku capek sendiri kalau harus ngebenci mas Safir seumur hidup.”
Hot Chapters