Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ibu Susu Anak Keponakanku

Ibu Susu Anak Keponakanku

Ia tau Rindu juga sedang galau. "Rindu...." Rindu menoleh dan mendapati Arka menghampirinya. Ia bahkan menatapnya dengan tatapan mematikan. "Arka, kamu hemph... Arka--" Arka mencium bibir Rindu untuk pertama kalinya. Ini tak bisa dibiarkan. Rindu berusaha mendorong Arka sekuat tenaga, hingga ia tak tahan lagi. Ia mengangkat tangannya hampir menampar. Namun, Arka langsung menahannya dan melepas ciuman itu.
105.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 148 Beses bilang novel rindu
Read
+Library
Semalam Bersama Tuan Presdir

Semalam Bersama Tuan Presdir

batin Rndi dalam hati sambil berganti baju operasi. APA SEBENARNYA MAKSUD RENDI SELAMA INI? BERSAMBUNG Yuk teman- teman intip ceritaku yang lain! Halo Kakak baca novelku yang lain juga ya dengan judul "JADI MISKIN DI HADAPAN MERTUA". Novel seru tentang perdebatan mertua menantu tetap mengandung nilai mental healt dan menghadapi mertua kolot serta suami yang terus- terusan membela Ibunya daripada istrinya! Happy reading ❤️
1049.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.5K Beses bilang novel rindu
Read
+Library
JODOH TAK TEPAT WAKTU

JODOH TAK TEPAT WAKTU

Fahri mengawali karirnya dengan bekerja sebagai salah satu karyawan HRD di sebuah perusahaan di Jakarta. Sementara Rindu kembali fokus menekuni dunia literasi. Sejauh ini Rindu sudah berhasil merampungkan lima belas karya yang kesemuanya adalah novel bertema drama rumah tangga. Nama Rindu kini sudah banyak dikenal orang banyak dan pundi-pundi rupiah pun mengalir tiada henti dari semua naskahnya yang laris di pasaran. Bahkan ada beberapa naskah Rindu yang sudah dilirik oleh produser film untuk diangkat menjadi film layar lebar.
1020.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 576 Beses bilang novel rindu
Read
+Library
Ruang Rindu

Ruang Rindu

Perasaanku aja apa gimana? Ini kenapa aku malah mikirin kang Candra? Kenapa aku malah berharap kang Candra kesini dan bilang ke Fauzi kalau aku calon istrinya? Aduh, ada yang salah sama otakku. Ini bukan cerita novel Ara! Nggak mungkin kang Candra tiba-tiba datang dan menyelamatkan aku dari kesulitan menghadapi Fauzi, ini juga bukan film di mana seseorang dengan rela hati mau diajak pura-pura jadi calon suami. Aku memijit pelipisku dengan segudang pusing yang kuterima di otakku.
107.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 241 Beses bilang novel rindu
Read
+Library
Sekuntum Rindu

Sekuntum Rindu

Air mata Nayla hampir saja menetes. "Malu kenapa Nay?" "Malu lah, dilihatin banyak orang" "Malu? Kenapa makan pun harus malu, kan ini bukan bulan Ramadhan." Hah..makan? Nayla baru tersadar dari lamunannya. Bayangan Zaid dan Nando hilang entah kemana. Muncul wajah Anita, Rena dan Fifi yang tersenyum manis. Wajah Fifi nampak bulat berseri. 'Jauhnya aku melamun', bisik hati Nayla. "Eh, kapan kamu sampai?" tegur Nayla dengan lembut. Fifi yang mudah tertawa itu pun langsung terpingkal sembari membetulkan kerudung yang ia pakai. Dalam pertemanan empat sekawan tersebut, hanya Fifi yang sudah menikah mendahului ketiga sahabatnya. Dan sekarang tengah mengandung anak pertamanya. "Ya Tuhan, mamah muda
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 83 Beses bilang novel rindu
Read
+Library
Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

Rintik Hujan yang Tak Pernah Pulang

"Lintang, aku tahu posisi mana di perpustakaan yang paling tenang, sini kuberi tahu." "Lintang, akhir pekan ini ada kerja sampingan, mau ikut nggak? Aku sudah memesankan satu tempat untukmu." Perlahan-lahan, hatiku yang hancur mulai terobati di tengah kehangatan dan kebaikan hati Rian serta teman-teman sekelasku yang lain.
2.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 42 Beses bilang novel rindu
Read
+Library
Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Kemudian, saat Benson ingin memakainya lagi, cincin itu sudah tak bisa ditemukan. Untung saja desainnya masih tersimpan dan kebetulan cincinku sendiri sudah agak lecet. Jadi, Benson pun memesan sepasang cincin baru yang sama persis. Namun, belum sempat cincin itu tiba, pernikahan kami sudah retak. Tanpa sadar, aku menyentuh bekas lingkar cincin yang samar di jariku. Entah sejak kapan, cincin itu sudah kulepas dan kubuang.
4.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 113 Beses bilang novel rindu
Read
+Library
Sentuhan Panas Editorku

Sentuhan Panas Editorku

Mereka duduk berhadapan. “Mari kita langsung ke intinya,” ujar Wildan, menunjuk naskah di depannya. “Novel kamu yang berjudul Secangkir Kopi dan Rindu yang Menguap. Judul membosankan yang hanya menghasilkan kurang dari sepuluh ribu tayangan, sudah aku injeksi dengan ‘sentuhan panas’.”
108.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 265 Beses bilang novel rindu
Read
+Library
Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit

Rindu Membuat Sang Triliuner Jatuh Sakit

Reina merasa kalau dia ingin menjadi lebih baik dari Syena dan membuat dirinya tidak perlu takut pada Keluarga Hinandar dan Keluarga Yunandar, dia akan membutuhkan usaha bertahun-tahun. Reina menyentuh bekas luka di sisi kanan wajahnya dan teringat sensasi saat Riko diculik. Saat ini Reina menahan diri, bukan lupa. Bekas luka di wajahnya mengingatkannya setiap hari! Di kantor. Suasana di kantor sangat cerah, semua orang senang karena Melisha pergi. Rendy juga senang, karena akhirnya tidak ada harimau betina yang terus mengawasinya di kantor.
9.53.5M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 123.2K Beses bilang novel rindu
Ipakita ang mga Review (771)
Read
+Library
Aida Mahfudz
Ya Ampyuuuunnnn Thoooor..., ak Protess sebagai Pembacamu, Pembacamu itu Pinter2 Looh yah.., Macam mana Marshanda yg kata nya selalu di awasi Pengawal Liane bisa Lolos & berbuat Jahat berhari2, tau2 aja Dateng bilang dia di rumah aja.., Wah.. Pasti Marshanda keturunan Siluman kali yah Thooorrrrr !!!!
GemmmV
alur cerita nya bagus.. aku suka dan langsung masuk ke rak baca. tapi kaya nya cerita nya terlalu terbelit-belit sampe ribuan bab... jd makan koin bwanyaaakkkk banget! biasanya novel yg sekitar 500 bab aja sudah mencakup cerita kejadian dulu, sekarang, dan masa mendatang nya. intinya, terlalu terbeli
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
123456
...
10

Mga Madalas Itanong

Ada sesuatu yang begitu menggigit dari cara 'Tentang Rindu' menggambarkan kehilangan dan kerinduan yang tak terucapkan. Novel terbaru karya penulis Indonesia ini bercerita tentang Alika, seorang kurator seni yang kembali ke kampung halamannya setelah sepuluh tahun mengembara di Eropa. Kepulangannya bukan sekadar nostalgia, tapi juga upaya menyelesaikan puzzle hubungannya dengan Arka, sahabat sekaligus cinta pertamanya yang meninggal dalam kecelakaan tragis. Di antara dinding galeri seni dan aroma kopi pagi, Alika menyadari bahwa rindu bukan hanya tentang orang yang pergi, tapi juga tentang versi diri sendiri yang ikut terkubur bersamanya.

Cerita berjalan dengan tempo lambat namun penuh muatan emosional, seperti ketika Alika menemukan sketsa-sketsa Arka tersembunyi di balik lukisan keluarga mereka. Setiap coretan pensil menjadi portal waktu yang mengantarnya pada memori-memori kecil: dari debat tentang makna seni kontemporer di warung tenda, hingga malam ketika Arka pertama kali mengakui perasaannya di bawah hujan. Justru dalam keheningan arsip-arsip seni itulah dialog antara mereka terus hidup. Penulis sangat piawai memainkan simbol-simbol sederhana—sebuah jas hujan kuning, lagu 'Kau adalah' yang selalu diputar di radio tua, atau bahkan bau cat minyak—untuk mengail kenangan yang paling dalam.

Yang menarik, novel ini tidak terjebak dalam romantisme klise. Rindu di sini hadir dalam bentuk yang lebih kompleks: ketika Alika harus berdamai dengan kenyataan bahwa Arka mungkin bukan pujaan hati yang sempurna seperti dalam ingatannya. Adegan ketika ia menemukan surat cinta Arka untuk perempuan lain menjadi titik balik yang menghancurkan sekaligus membebaskan. Justru dalam ketidaksempurnaan itulah 'Tentang Rindu' menemukan kekuatannya—sebuah pengakuan bahwa kita sering merindukan gagasan tentang seseorang, bukan orang itu sendiri.

Di antara semua keindahan bahasanya, novel ini sesungguhnya adalah cerita tentang hadiah terakhir yang diberikan Arka kepada Alika: keberanian untuk tidak terjebak dalam masa lalu. Adegan penutup ketika Alika akhirnya memamerkan karya kolaborasinya dengan Arka—sebuah instalasi dari surat-surat yang tidak pernah terkirim—terasa seperti pelukan hangat bagi siapa pun yang pernah kehilangan. Pasalnya, rindu dalam novel ini bukanlah kuburan, melainkan museum tempat kita belajar merayakan kepergian dengan cara yang lebih hidup.

I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status