PEMBANTU YANG DIPAKSA MENIKAHIKU ITU TERNYATA....
“Iya, sedikit banyaknya, aku sudah memahami dari penjelasan singkatmu tadi. Pantas saja, kamu seperti sudah tidak asing dengan lingkungan di sini. Tapi, boleh kalau mau dibahas lagi, itu pun kalau kamu tidak keberatan.”
Belum puas sebenarnya. Walau tidak enak hati, Rindu sangat berharap, lelaki yang telah menjadi suaminya itu mau berkata jujur tentang asal-usulnya.
“Iya, baiklah. Sekarang, aku mau siap-siap kerja. Nanti aku antar kamu ke tempat yang nyaman sampai kamu merasa bosan dan ingin pulang. Cari saja aku ya, kalau nanti sudah ingin pulang.”