Ketika Istriku Minta Talak
Helminawati Pandiakering sudah air matakudada terasa panas dan berkeringatkata kata aku merindukanmulirik seperti wanita mengurapimu
Keringat sebesar biji jangung merembes di kening, leher dan bahunya yang hanya dibalut kaus kutang.
“Om Rahmad kenapa?” tanyaku kaget.
“Gak apa-apa, obat Om sudah habis. Nanti mungkin di bawa oleh Danu, sepulang kerja.”
“Oh, obat Om habis?”
“Ya, Renata. Om juga gak punya uang untuk tebus lagi ke apotik. Mudah-mudahan nanti di bawa Danu.”
“Hem, semoga. Udah, ya, Om. Permisi!”