Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!

Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!

Lampion merah digantung berjajar, menyebarkan cahaya kemerahan yang tampak seperti genangan darah di bawah gelapnya langit malam. Suara seruling dan kecapi yang dimainkan para pemusik terdengar sumbang, tenggelam oleh deru angin dan sayup-sayup teriakan perang yang masih berkecamuk di kejauhan. Yan Lu berdiri di altar dengan jubah pengantin berwarna merah darah yang senada dengan milik Li Lian.
1042.1K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as aku kau dan sepucuk angpau merah
Read
+Library
Tante, Berhentilah Mengejarku

Tante, Berhentilah Mengejarku

“Tante… makasih banyak. Ini kelihatan enak banget.” Mila duduk di seberangnya, menuang anggur merah ke dua gelas wine. Cairan merah tua mengalir pelan, aroma buah anggur dan kayu manis langsung menyebar. Mereka mengangkat gelas, saling pandang, dan bersulang pelan—gelas berdenting ringan seperti nada awal lagu romantis. “Buat kita,” kata Mila pelan.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as aku kau dan sepucuk angpau merah
Read
+Library
Sentuh Aku Seperti Kau Milikku

Sentuh Aku Seperti Kau Milikku

“Kau benar-benar tahu cara membuat semua pria membencimu, sayang.” Kaelmore hanya melirik sekilas, bibirnya terangkat tipis. “Dan membuat semua wanita penasaran.” Wanita satunya, berambut hitam dengan gaun merah menyala, tertawa pelan sambil mengusap lengan Kael. “Bagaimana kalau kita bermain bertiga, hm?”
107.9K viewsOngoingAdded to Library 172 Times as aku kau dan sepucuk angpau merah
Read
+Library
LAWON ABANG (Kafan Merah)

LAWON ABANG (Kafan Merah)

Pasang mata merahnya menyala, senada dengan warna gaun yang juga merah. "Pakde..." lirih sosok itu parau. Mata Kardi semakin membelalak lebar. "Ma-mawar!" serunya. Sosok bermata merah itu melesat cepat dan berhenti tepat di depan Kardi. Jarak mereka berdua kini hanya sejengkal saja. Kardi bisa mencium aroma kembang melati bercampur bau anyir darah di saat yang bersamaan.
106.5K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as aku kau dan sepucuk angpau merah
Read
+Library
Cium Aku, Pengantin Salahku

Cium Aku, Pengantin Salahku

Dia merasa malu. "Tunggu aku?" Asher bertanya dengan pelan. Calantha mengangguk. Asher membelai pipi Calantha, menatapnya dengan mata yang memesona. Asher mengakui pada dirinya sendiri, jantungnya berdetak lebih cepat, Calantha mengguncangnya. Calantha sangat cantik hari ini, dia mengenakan gaun prom hitam, rambut pirangnya disanggul tinggi, setangkai mawar merah diletakkan di atas telinganya. Tidak hanya itu, dia berperilaku baik, tidak menolak untuk melakukan kontak intim dengannya.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as aku kau dan sepucuk angpau merah
Read
+Library
Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu

Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu

Dia juga menyukainya. "Mawar merah juga indah. Tidak buruk juga." Tanpa sadar bibirnya tersenyum melihat bunga itu. Namun, bukan itu saja yang membuatnya tersenyum. Tapi sikap Juno, yang seperti orang baru jatuh cinta. Kadang dia posesif, sweet, perhatian, tapi dia juga mendominasi. Tak lama kemudian, Juno membawa sekantong besar berisi martabak. Kira-kira jumlahnya ada 20 bungkus martabak di dalamnya. Alea sampai terkejut melihat banyaknya martabak itu.
1071.0K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as aku kau dan sepucuk angpau merah
Show Reviews (19)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
lullaby dreamy
oke, kalo bole jujur thor . awalnya skeptis mau lanjut baca bgtu tau kisahnya diawali perselingkuhan . krn 2 cerita mu jg ttg prselingkuhan . tp stlh mncoba dibaca, ku lbh suka ini dr crta2 mu yg sblmnya krn lbh fresh dgn ada unsur comedy nya ^^ jd ga makan hati mulu krn kisah sedih prselingkuhan .
Read All Reviews
Mengharap Cinta Sepupuku

Mengharap Cinta Sepupuku

Ucapnya Dengan gemas Deg Nia di buat semakin malu dengan ucapan Revaldo barusan. Meskipun setelah Valdo mengucapkan kata-kata pedas itu akhirnya Segerombol pengunjung tadi tak lagi berani menatap ke arah mereka. Bahkan ada beberapa dari mereka memilih pergi karena malu. "Sudah jangan menutup wajahmu lagi, lebih baik kau kita selesai kan urusan kita sekarang! "
103.9K viewsCompletedAdded to Library 92 Times as aku kau dan sepucuk angpau merah
Read
+Library
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

ujarnya seraya bangun. Ada perasaan hangat menyelinap diam-diam ke dalam hati Ayu. Wanita itu merasakan getaran yang aneh saat mendengar suara lembut nan penuh perhatian. Ayu segera beranjak dan melangkah menuju kamar mandi. ***** Lelaki itu dan Ayu telah siap untuk pulang. Sebelum mereka meninggalkan hotel, dia memberikan amplop berwarna cokelat tebal. Ayu sudah bisa menebak apa isinya.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as aku kau dan sepucuk angpau merah
Read
+Library
Kubuat Kau Mencintaiku!

Kubuat Kau Mencintaiku!

Rian membuka botol soda, menenggaknya hingga separuh. Rian bukan tidak bisa minum alkohol, tetapi demi seseorang ... Rian akan berhenti jika dia menginginkannya. "Oke! Sekarang kita berbisnis, Bro!" *** Catatan: Perbedaan cara ngomong Dani yang 'aku-kau' sama yang lain 'lo-gue' adalah sengaja. Untuk menunjukkan kalau mereka berangkat dari dua dunia berbeda.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as aku kau dan sepucuk angpau merah
Read
+Library
Antara Aku Dan Kamu

Antara Aku Dan Kamu

ucap Gio. **** Naya menyusun buah-buah dan sayuran di kulkas, dikagetkan karena datangnya Aslan yang tiba-tiba memeluknya dengan sedih. "Ma ... Papa dari tadi cuekkin Aslan terus, diajak main sama Aslan malah nggak mau. Mama bujuk, Papa dong."
3.3K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as aku kau dan sepucuk angpau merah
Read
+Library
PREV
123456
...
10

Frequently Asked Questions

Ada satu momen dalam 'Aku Kau dan Sepucuk Angpau Merah' yang membuatku terpaku lama: saat angpau merah itu pertama kali muncul di antara halaman-halaman penuh konflik keluarga. Bukan sekadar amplop merah biasa—ia jadi simbol cinta yang terpendam, pengorbanan yang tak terucap, dan harapan yang terselip dalam tradisi. Penulis menggambarnya dengan detail warna yang memudar di ujung-ujungnya, seolah mewakili hubungan antara generasi yang mulai luntur tapi masih berusaha dipertahankan.

Aku selalu terharu bagaimana benda kecil ini menjadi jembatan antara tokoh utama dan neneknya. Di balik nominal uang yang mungkin tak seberapa, ada doa tersembunyi dan ketulusan yang jauh lebih berharga. Ini mengingatkanku pada angpau-angpau di masa kecilku dulu—betapa maknanya selalu lebih dalam dari sekadar ritual tahun baru.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status