Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah Lima Tahun

Setelah Lima Tahun

Kukecup pelan bibir merona bekas lipstik merah menyala yang dipakaikan MUA tadi. Ada desiran hebat dalam dada. Apalagi Anggun membalas pagutan itu dan menikmatinya. Dan suara perkakas jatuh di dapur membuat kami melepaskan ciuman. Kulihat Anggun menahan malu. Lantas pamit ke luar. Mini travel bag sudah siap di dekat pintu kamar. Aku sudah rapi dan berbincang dengan Ibu serta mertua di ruang tamu. Sambil menunggu Anggun yang sedang berpakaian.
9.91.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29.4K kali sebagai aku kau dan sepucuk angpau merah
Tampilkan Ulasan (132)
Baca
+Pustaka
shasa
cerita mba Lis pertama yg aku baca. langsung jatuh cinta, biar udah dibaca berkali- kali gak pernah bosan. keren .... gak pernah ketinggalan dg cerita yg lain. semangat berkarya mba Lis Susanawati ...
Jesi Sanctuary
Bener-bener ciamikk ceritanyaa! Izin promosi kak hihi buku-ku; "Pernikahan Dadakan dengan Mantan" Yuk ketemu dengan Rajendra dan Karuna—dua mantan dengan masa lalu yang belum benar-benar selesai! Thank you so much, Kak! Sukses selaluu<3
Baca Semua Ulasan
AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

AKU YANG KAYA DIA YANG SOMBONG

cibir Merlyn. Dan aku hanya menyimak saja. Sembari menunggu info terbaru dari Ang. "Dasar lu ya An and Son! Iri aja bawaannya. Suara merdu gini kok di bilang cempreng! Elu berdua kali yang belok kesana kemari berdua lengket kaya perangko! Jangan jangan!!!??" seru Ang memincingkan matanya. "Jangan jangan apa hah? Jangn Gori iya!" seru Andrea.
1038.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 771 kali sebagai aku kau dan sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Dia tidak bersalah! Ayu yang berpikir begitu mencengkeram kerudungnya erat-erat, lalu menatap gaun pengantin merah muda yang dikenakannya dengan mata penuh amarah.
9.3257.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.5K kali sebagai aku kau dan sepucuk angpau merah
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Iba Asradaya
maaf aku tinggal ya, ceritanya muter gak kelar², iklan puanjaang q bab harus nonton 3 iklan dgn durasi yg udah gaj masuk akal. ternyata sm dgn novel² yg lain ditinggal ditengah² bisan dan cari novel yg lain ...
Sinta Clara
makin lama iklannya makin panjang durasinya.kalau ceritanya ngga bener bener bagus jd males bacanya .novel ini termasuk salah satu yg gw pertahanin buat terus dibaca.makanya pertahanin thor alur ceritanya.jangan kebanyakan muter kayak novel yg lain
Baca Semua Ulasan
KKN Di Desa Metanoia

KKN Di Desa Metanoia

Liona turut berucap dan menyambung penuturan Vina. "Kita benar-benar kacau, sangat kacau," ungkap Angga, "Vina juga cerita dan sempat sesak napas parah dia sampai memerah wajahnya, karena melihat Danang keluar dari gudang dengan penampilan berantakan, banyak bercak darah, badannya bau busuk bangkai, bahkan kata Vina dia juga lihat potongan daging layu gitu di saku Danang," lanjutnya menoleh pada Vina yang memilih untuk menunduk dan menutup mulut beserta hidungnya.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai aku kau dan sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
Tante, Berhentilah Mengejarku

Tante, Berhentilah Mengejarku

“Tante… makasih banyak. Ini kelihatan enak banget.” Mila duduk di seberangnya, menuang anggur merah ke dua gelas wine. Cairan merah tua mengalir pelan, aroma buah anggur dan kayu manis langsung menyebar. Mereka mengangkat gelas, saling pandang, dan bersulang pelan—gelas berdenting ringan seperti nada awal lagu romantis. “Buat kita,” kata Mila pelan.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai aku kau dan sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
Sentuh Aku Seperti Kau Milikku

Sentuh Aku Seperti Kau Milikku

“Kau benar-benar tahu cara membuat semua pria membencimu, sayang.” Kaelmore hanya melirik sekilas, bibirnya terangkat tipis. “Dan membuat semua wanita penasaran.” Wanita satunya, berambut hitam dengan gaun merah menyala, tertawa pelan sambil mengusap lengan Kael. “Bagaimana kalau kita bermain bertiga, hm?”
107.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai aku kau dan sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
LAWON ABANG (Kafan Merah)

LAWON ABANG (Kafan Merah)

Pasang mata merahnya menyala, senada dengan warna gaun yang juga merah. "Pakde..." lirih sosok itu parau. Mata Kardi semakin membelalak lebar. "Ma-mawar!" serunya. Sosok bermata merah itu melesat cepat dan berhenti tepat di depan Kardi. Jarak mereka berdua kini hanya sejengkal saja. Kardi bisa mencium aroma kembang melati bercampur bau anyir darah di saat yang bersamaan.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai aku kau dan sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
Cium Aku, Pengantin Salahku

Cium Aku, Pengantin Salahku

Dia merasa malu. "Tunggu aku?" Asher bertanya dengan pelan. Calantha mengangguk. Asher membelai pipi Calantha, menatapnya dengan mata yang memesona. Asher mengakui pada dirinya sendiri, jantungnya berdetak lebih cepat, Calantha mengguncangnya. Calantha sangat cantik hari ini, dia mengenakan gaun prom hitam, rambut pirangnya disanggul tinggi, setangkai mawar merah diletakkan di atas telinganya. Tidak hanya itu, dia berperilaku baik, tidak menolak untuk melakukan kontak intim dengannya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai aku kau dan sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu

Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu

Dia juga menyukainya. "Mawar merah juga indah. Tidak buruk juga." Tanpa sadar bibirnya tersenyum melihat bunga itu. Namun, bukan itu saja yang membuatnya tersenyum. Tapi sikap Juno, yang seperti orang baru jatuh cinta. Kadang dia posesif, sweet, perhatian, tapi dia juga mendominasi. Tak lama kemudian, Juno membawa sekantong besar berisi martabak. Kira-kira jumlahnya ada 20 bungkus martabak di dalamnya. Alea sampai terkejut melihat banyaknya martabak itu.
1071.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai aku kau dan sepucuk angpau merah
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
lullaby dreamy
oke, kalo bole jujur thor . awalnya skeptis mau lanjut baca bgtu tau kisahnya diawali perselingkuhan . krn 2 cerita mu jg ttg prselingkuhan . tp stlh mncoba dibaca, ku lbh suka ini dr crta2 mu yg sblmnya krn lbh fresh dgn ada unsur comedy nya ^^ jd ga makan hati mulu krn kisah sedih prselingkuhan .
Baca Semua Ulasan
Mengharap Cinta Sepupuku

Mengharap Cinta Sepupuku

Ucapnya Dengan gemas Deg Nia di buat semakin malu dengan ucapan Revaldo barusan. Meskipun setelah Valdo mengucapkan kata-kata pedas itu akhirnya Segerombol pengunjung tadi tak lagi berani menatap ke arah mereka. Bahkan ada beberapa dari mereka memilih pergi karena malu. "Sudah jangan menutup wajahmu lagi, lebih baik kau kita selesai kan urusan kita sekarang! "
103.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai aku kau dan sepucuk angpau merah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status