DILEMA DUA HATI
Gu sampai tak mengedipkan mata ketika Can mengeluarkan obat perangsang level satu untuk diberikan pada Ali.
“Tidak. Ini yang ringan-ringan saja. Sudah kubacakan doa agar hati suamimu melunak. Dan kau siap-siap saja malam ini, ya.”
“Siap-siap untuk?”
“Ya, kau pikir saja obat perangsang ini untuk apa kuberikan. Untuk main sepak bola? Ya, tidak, tentu untuk yang satu itu, ehm, ehm. Musim dingin malam ini akan berubah menjadi panas, kawan. Bersiaplah.”
Hot Chapters