Musuh masa kecil: kembali mengusik (hati)
Bagi Ayu, kembali ke desa setelah bertahun-tahun merantau di ibukota adalah misi untuk membuktikan bahwa dia bukan lagi gadis kecil yang bisa dirundung. Namun, rencana ketenangannya hancur saat sosok Raka—musuh bebuyutannya sejak zaman masih ingusan—muncul dengan senyum miring yang sama menyebalkannya.
Raka yang sekarang bukan lagi bocah ingusan yang suka menarik kuncir rambut Ayu, melainkan pria dewasa yang makin hobi mengusik ketenangannya dengan cara yang... berbeda. Dari perdebatan di pesta rakyat, di pasar pagi, hingga adu mulut di tengah sawah, Ayu sadar satu hal, Raka adalah ujian kesabaran terberatnya.
Namun, di balik sikap jahil Raka yang memicu darah tinggi, ada tatapan teduh yang perlahan meruntuhkan benteng pertahanan Ayu. Apakah benci ini benar-benar karena rasa kesal, atau hanya tameng untuk menutupi rasa yang dulu pernah ada?