MasukRangga Adimarta, seorang CEO yang mewarisi perusahaan keluarga, tiba-tiba dijodohkan dengan Namira, gadis cantik dan berani tapi miskin. Namira menyetujui perjodohan itu untuk blas jasa karena keluarga Rangga telah membiayai kuliah adiknya untuk menjadi seorang dokter. Dalam pernikahan itu, Namira tidak bahagia karena raga Rangga bersamanya, tapi hatinya masih pada Zhara, istri pertamanya yang meninggal saat melahirkan anak mereka. Mampukah Namira merebut kembali hati Rangga?
Lihat lebih banyakQUINN’S POV
“You want this?” I teasingly told the man in front of me while I slowly unbutton my shirt to show off my cleavage and I can see that this person in front of me is drooling.
“you’re so lovely, I want you” the guy walks towards me and acted to kiss me but I stop him with my hand on his chest. I look at him seductively and bite my lips while I let the tip of one of my fingers to run over his neck to his lips.
“And this?” I turn my skirt up to expose my thighs. I am literally seducing him to make him arouse and get wet by just looking at me. I walk even close to him and took the scarf from my bag and blindfold him.
“This is going to be fun” I whisper into his ear in a slut voice while I walk my hand from his chest down to his abs. When I say that this is going to be fun, I really mean it.
“Take off your shirts” I slowly whisper into his ear and slightly letting my lips touch his skin to give him the best sensation that he wanted. He excitedly did as what I said and gosh! This guy is craving to have me! I let my hand run into his abs and lean closer to him letting him feel my breath to temp him.
“You ready huh?” I teased him. He’s still blindfolder so he wouldn’t really see me.
“I want you now” obviously he’s already shaking to have my body but that won’t happen so fast so I’m gonna make him crave until he’ll beg for it.
I unbutton his pants and removed it exposing his underwear and showing off his not so impressive d*ck. What a disappointment! Oh no! he’s not making me proud here! Now he’s all undressed, it’s about time *smirk*
I started to kiss him but his kisses are torrid and aggressive like he’s been waiting to eat me. I tried to keep with him and I am making the drive with the kiss because no, I won’t let him do it. He started kissing my neck and I just let him to give him a little fun and joy. I am sure that his body heats up and he’s fully aroused and wet and that’s what I like. I slowly push him to stop him from kissing me and I tell him,
“Don’t remove your blindfold yet, the show just begins…” I gently touch his lips and with a hoarse voice I tell him, “Make me wet, entertain me, dance for me” and I kiss his lips and then his neck to motivate him.
I stepped backward and let him stand on the constant position and played the music.I secretly took the camera and record him while looking like a freak! He slowly did as what I say, he’s doing a sexy dance in front of me and swear this is really funny! He looks like a total jerk! A jerk that’s hungry of girls. Boys are really boys! USELESS!
I saved the recorded video and keep my phone to secure it. Since I brought a belt bag, I just wear it and walk towards him. I started kissing him and lead him until we reach the door. I know that he would not notice where we’re heading because he’s blindfolder and he’s drowned with my kisses, this thirsty jerk!
He wraps his hand around me and he even attempted to go underneath to hold my breast but I stop him and place his hand back to my waist. I bet he’s really enjoying this. We reached the door and in order for him not to notice that we’re going out I aggressively kissed him until we smoothly got out. Basically, this is a room with another door of a room because it has a mini living area inside so he would just think that we’re heading to the bed of the room because it’s separated. Now, I’m gonna have to make him thirst again. I’ll make him long for more but this time it’s gonna be longer that he thought.
“Please don’t be too hard and just do it” he said with so much urge of wanting me. Not so fast honey, I know you’re horny but not yet
“I’ll just have my shower. I want you to wait for me here” I told him in a very sexy voice. My lips are touching his.
“No, no please not again” I know this will really happen. I love how guys beg for more.
“You want me, right? Just wait and you’ll get what you deserve, lover boy” don’t be too impatient, you’re making yourself obvious of how greedy you are with sex. I slightly push him in the chair. Yes, there’s already a chair outside but guess what, I didn’t prepare that but my friends did. I spread my legs and I sit on his lap and HELL YES! Every time I did this, their head always goes up! This is not new actually and it always disappoint me every time this happens.
“Just wait, okay? It’s gonna be a wild night” I said in an airy voice and “ughhhh” I moan. This will surely make him go crazy!
“sh*t! cum with me” I told ya! This guy is no fun!
“Don’t remove your blindfold or else, you will never ever taste me”’ I told him.
I stood and slowly walk with a victorious face. I dial my friend’s number, “done” I told them while I am walking out of the building.“You’re really the best! We will be waiting at the parking lot” the girl from the other line said.
I hung up and continued walking. Another guy proves that all man is the same, JERK!! This is very fun and playing with guys who think they’re such a ‘JUSTINE BEIBER’ who can fool around with girls and think that they can have all the girls they want and even boast to their friends how they get them is a whole bunch of a stupid guys!
Namira 36.Seminggu sudah Rangga terbaring di ranjang. Lelaki itu jatuh sakit setelah kejadian yang menimpanya dengan Namira.Hanna dirawat oleh asisten rumah tangga, tidurnya sama Keira karena tak tega dibiarkan Hanna tidur sendiri. Kegiatan Keira dan mama pun jadi lebih padat dan sibuk di kantor karena tak ada Rangga.Rangga sedang sakit.Bu Kinanti tetap memberitahu pada Namira bahwa suaminya sedang sakit.Semoga Mas Rangga lekas sembuh, Hanya itu balasan dari Namira, yang tentu membuat mertuanya semakin risau akan keadaan rumah tangga mereka. Namira bahkan tak mengeluh dia menginginkan apa, ia tak lagi banyak bercerita tentang apa yang dia rasakan dan inginkan.Baginya, semua yang terjadi cukup menjelaskan terkoyaknya hati sebagai seorang perempuan.Bukan hal mudah melalui rumah tangga yang dipimpin oleh lelaki yang belum selesai dengan masa lalunya. Belum lagi rasa tak berharga dirinya saat Rangga menyentuhnya, tapi menyebut nama perempuan lain.Namira bahkan tak menjenguk suam
Namira 35.“Kamu apain Namira?” tanya Bu Kinanti pada putranya yang baru pulang dengan keadaan basah kuyup. Tatapan sang mama seolah siap menerkam. Namun, suaranya tetap ditahan.Langkah Rangga begitu gontai dan lesu. Begitu ia masuk, ia disambut oleh pertanyaan mamanya.Beberapa waktu lalu, Bu Kinanti terjaga karena mendengar tangis Hanna yang cukup keras. Bayi itu seolah paham apa yang sedang terjadi antara mama dan papanya.Wanita paruh baya itu bangun, dan merasa aneh, karena tak biasanya Hanna menangis seperti itu. Apalagi kalau ada Namira di dalam kamar, pasti sudah diam sejak tadi.Tak enak hati, wanita itu keluar dari kamarnya dna mengecek ke kamar Rangga di tempat sekarang bayi itu tidur. Pintu kamar terbuka setengah, seperti tak ada penghuni. Tak biasanya pintu kamar mereka dibuka seperti itu. Lalu, Bu Kinanti masuk setelah beberapa kali mengetuk dan memanggil tapi tak ada sahutan.Betapa terkejutnya wanita itu saat melihat kamar yang kosong, hanya ada Hanna di ranjang keci
Namira 34.Namira mengikuti Rangga setelah ia minta tolong pada sopir yang sudah terjaga, karena memang waktunya sudah hampir subuh.“Ikutin, Tuan Rangga ya, Pak!” kata Namira saat ia naik mobil.Sopir keluarga itu hanya diam dan sejenak menatap Namira bingung. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada majikannya, tapi tetap merasa ada hal yang tidak beres. Namun, sebagai pekerja, ia tetap harus menuruti permintaan majikannya.Mobil melaju membelah jalanan yang nyatanya tak sesepi itu juga, meskipun tak padat seperti siang hari.Namira mulai menangis dan memalingkan wajahnya ke jendela. Hatinya sakit melihat Rangga yang terbangun langsung pergi setelah apa yang terjadi semalam. Seolah memang tak ada kesenangan sama sekali. Seolah memang ia tak ada harganya sama sekali.Pak sopir masih fokus mengendarai. Ia juga tak bertanya atau berbicara, karena keadaan yang terbaca sungguh tak memungkinkan.Sempat terlintas di benaknya ingin menghubungi Bu Kinanti untuk memberitahu bahwa Namira dan Rangg
Namira 33.Tujuh bulan sudah usia pernikahan Rangga dan Namira, tapi lelaki itu masih belum menunjukkan sikap yang seharusnya pada sang istri.Rangga masih abai dan kerap tak acuh pada Namira, bahkan saat Hanna sedang bersama Namira, yang diajak bicara hanya Hanna. Namira seolah dianggap tak ada di dekatnya.Lain lagi saat mereka bersama sang mama, Rangga bersikap layak pada Namira.Pun Namira sangat sering ditanyai Bu Kinanti tentang hubungan mereka, tapi gadis itu kerap kali berbohong dan mengatakan mereka baik-baik saja. Namira hanya ingin ia sendiri yang nantinya bisa mengetuk pintu hati Rangga untuk dibuka untuknya.Namira hanya terhibur dengan Hanna, atau saat ia bertanya pada adiknya.“Kuliahnya gimana?” tanya Namira.“Lancar, Kak. Bu Kinanti baru aja ngirim uang saku. Uang semester juga udah dilunasin,” kata Ziyad.Lega sudah pikiran Namira.Ia sendiri belum bisa bilang cinta, meski jujur setiap kali melihat Rangga ada debar yang berbeda dalam hatinya. Setiap kali Rangga meng
Namira 21.“Gimana persiapannya?” tanya Namira dalam sambungan video call dengan Ziyad.“Lancar, Kak. Dua minggu lagi mulai masuk kuliah,” kata Ziyad.“Alhamdulillah …,” Namira ikut senang mendengarnya. Sepertinya Ziyad sudah semakin membaik, karena mimpinya selangkah lebih maju.“Happy kayaknya O
Namira 20."Apa yang terjadi di rumahmu, Namira? Kenapa Ziyad sampai sakit?"Bu Kinanti bertanya pada Namira saat ia keluar dari kamar. Wanita paruh baya itu memanggilnya karena ingin bicara."Apa gajimu tidak cukup?" tanya Bu Kinanti lagi. Kerja Namira bagus, jadi ia ingin menaikkan gajinya."Buk
Namira 19.Setelah mendapatkan telepon dari ibu semalam, paginya aku langsung minta izin untuk pulang sebentar. Bu Kinanti mengizinkannya, Inem yang disuruh jagain Hanna sebentar selama aku belum pulang.Aku pulang, bahkan Bu Kinanti menyuruh sopir untuk mengantar, biar cepat katanya."Assalamuala
Namira 18."Ayolah, Mas … sebelum besok aku masuk kerja," rengek Keira mengajak Rangga untuk jalan-jalan bersama."Ajak Mas Ervan juga," katanya lagi.Rangga hanya diam sambil mempertimbangkan. Sudah lama memang ia tidak jalan sama Keira dan yang lainnya. Apalagi besok adalah hari pertama Keira ma






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.