MasukRangga Adimarta, seorang CEO yang mewarisi perusahaan keluarga, tiba-tiba dijodohkan dengan Namira, gadis cantik dan berani tapi miskin. Namira menyetujui perjodohan itu untuk blas jasa karena keluarga Rangga telah membiayai kuliah adiknya untuk menjadi seorang dokter. Dalam pernikahan itu, Namira tidak bahagia karena raga Rangga bersamanya, tapi hatinya masih pada Zhara, istri pertamanya yang meninggal saat melahirkan anak mereka. Mampukah Namira merebut kembali hati Rangga?
Lihat lebih banyak'นักศึกษาเคารพ'
เมื่อมีอาจารย์ประจำวิชาเดินเข้ามาในคาบสอน หัวหน้าห้องบอกเพื่อนนักศึกษาทุกคนทำความเคารพอาจารย์ ก่อนจะมีเสียงเล็กเสียงน้อยกระซิบกันไปมาให้ดูผู้ที่เข้ามาสอน
อาจารย์หนุ่มผิวขาวหน้าตาหล่อเหลารูปร่างสูงโปร่ง รีบรับไหว้กลับก่อนจะเดินไปนั่งบนเก้าอี้หลังแท่นไม้สูงๆ
วางหนังสือที่เป็นอุปกรณ์การสอนลง ก่อนจะเปิดจอโปรเจคเตอร์หนึ่งในสื่อการสอนขึ้น ขณะที่รอก็หันมาทักทายนักศึกษา
"แนะนำตัวก่อนเลยแล้วกันนะครับ อาจารย์ชื่อ 'ธนา' สอนวิชาxxxให้พวกเราในเทอมสุดท้าย"
หลังจากที่นักศึกษาชั้นปวส.ไปฝึกงานกันมาแล้วหนึ่งปี คือฝึกเทอมสองของการเรียนปีแรก และฝึกเทอมแรกของการเรียนในปีที่สอง จากนั้นก็กลับมาเรียนต่อในเทอมสุดท้ายอีกห้าเดือน ก็เป็นอันสิ้นสุดชีวิตในรั้ววิทยาลัยในตัวอำเภอแห่งนี้
วันนี้เขามีสอนคาบเช้าสองวิชา และบ่ายอีกสองวิชา นี่เป็นคาบสุดท้ายของวัน ค่อนข้างล้าพอประมาณ
ทั้งที่เป็นวันแรกของการเปิดเทอม ทว่าตารางการสอนก็จัดเต็มให้เขาเหลือเกิน ไม่รู้ว่าผู้อำนวยการที่นี่จงใจแกล้งเขาหรืออย่างไรกัน
เขาเป็นหลานนะ ให้เขาสอนแบบสบายๆ หน่อยก็ไม่ได้ เดี๋ยวเลิกคลาสต้องมีเข้าไปคุย
"ใครมีคำถามอะไรไหมครับก่อนที่ผมจะเริ่มทำการเรียนการสอน"
"หนูมีค่ะ" สาวประเภทสองคนหนึ่งยกมือขึ้น ธนาจึงพยักหน้าให้พร้อมรอฟัง
"อาจารย์หล่อจังเลยค่ะ มีช่องทางให้ติดตามบ้างไหมคะ เช่น เฟสบุ๊ค อินสตราแกรม หรือติ๊กตอกอะไรแบบนี้ค่ะ"
ทุกคนที่อยู่ในห้องได้ยินอย่างนั้นก็หลุดขำออกมา แต่ธนาเองทำเพียงอมยิ้ม จะว่าชินก็ไม่ชินสักที เขาโดนนักศึกษาแซวมาแบบนี้ทุกครั้งที่เขาเปิดโอกาสให้ถามได้
"แบบว่าพวกหนูจะเอาไว้ติดต่องานค่ะ" บอกออกไปแล้วเอาผมเหน็บหูทั้งที่ตัวเองผมสั้น ก็คนมันเขินอายต่อสายตาคู่นั้น คนอะไรมีเสน่ห์เหลือร้าย มองมาแต่ละทีใจละลาย
เหมือนจะดูนิ่งๆ หยิ่งๆ แต่ไม่ใช่ พอได้ยิ้มเท่านั้นล่ะ โอ้โห! อยากพลีกายถวายตัว
สูงก็สูง ขาวก็ขาว หล่อก็หล่อ ได้ยินข่าวว่าโสดอีกด้วย อีกทั้งเป็นหลานผอ. รูปหล่อแถมยังบ้านรวย แม่จะเข้าเรียนทุกคาบไม่โดดแน่นอน!
ธนาพยักหน้า เหมือนจะรู้ความจริงว่าอยากมาส่องความเคลื่อนไหวของเขามากกว่าว่าไปที่ไหนทำอะไร เขาเล่นจริง แต่ไม่ได้อัปเดตชีวิตจึงไม่ได้ซีเรียสเลยให้ไป
หยิบปากกาเคมีเขียนชื่อเฟสบุ๊คตัวเองลงบนกระดานไวท์บอร์ด เหลือเชื่อว่าทุกคนต่างก็หยิบมือถือขึ้นมาทำการแอดเพื่อนด้วยความไวแสง
ด้วยความที่แต่ละคนต่างก้มหน้ามองลงในมือถือตัวเอง ทำให้อะไรที่แตกต่างไปจากคนอื่นมักตกเป็นเป้าสายตา
ธนากำลังจะอ้าปากถามนักศึกษาคนนั้นว่าไม่บันทึกเหมือนเพื่อนๆ เหรอ เพราะเทอมสุดท้ายจะจบแล้ว หากติดตรงไหนจะได้ทักมาสอบถาม
ทว่าใบหน้าที่เห็นทำเอาคนตัวสูงถึงกับนิ่ง เมื่อคนที่นั่งอยู่ตรงนั้นคือสาวสวยคนเมื่อคืนที่เจอในงานหมอลำ ที่พ่อผู้ใหญ่บ้านหมู่หนึ่งจ้างมาให้ชาวบ้านดูเนื่องจากงานแต่งของ'เข้ม'และ'ช้องนาง' แถมเขายังได้ขับรถไปส่งเธอที่บ้านอีกด้วยเมื่อพี่สาวเธอไหว้วาน
ยอมรับว่าบรรยากาศพาไป เมื่อบ้านหลังนั้นไม่มีใครอยู่ และเขารู้ว่าพี่สาวของเธอก็ดูจะเป็นใจให้เขาอยู่กับน้องสาวสองต่อสอง
เขาอ้อนจนเกือบได้มีอะไรกับเธอ แต่เพียงแค่จูบเท่านั้น เธอกลับไม่ยอมให้เขาทำต่อ
ส่วนเขาอารมณ์ค้างเติ่ง หมายหัวเธอเอาไว้ว่าต้องกลับไปสานต่อให้สำเร็จแน่นอน เพราะไม่งั้นเขาคงไปต่อกับใครอีกไม่ได้ เพราะมันคงนึกถึงแต่หน้าเธอ
แต่พอเห็นเธอมานั่งอยู่ในคาบที่เขาสอนแทบไปไม่เป็น ในเมื่อเขารับปากกับอาเอาไว้ว่าจะไม่ยุ่งกับนักศึกษาของตัวเอง
'คำแพง' สบตาอาจารย์หนุ่มแวบเดียวด้วยหัวใจที่เต้นรัว ไม่คิดว่าคนที่เธอเผลอใจยอมให้เขาจูบเมื่อคืนจะมายืนอยู่ตรงหน้าห้องเรียนแบบนี้
เหตุการณ์ที่ว่าจะลืมมันกลับถาโถมเข้ามาในหัว ทั้งกลิ่นและรสสัมผัสของเขายังตราตรึง ถ้าไม่เพราะเมื่อคืนเธอหยุดเหตุการณ์เอาไว้ตรงนั้นคงได้มีอะไรกับเขาไปแล้ว
เขาปากหวานมาก ออดอ้อนเก่ง ทำเธอไม่เป็นตัวของตัวเอง ถ้าไม่เจอหน้าเขาเธอก็คิดว่าคงลืมไม่ยาก
แต่นี่เธอคงต้องเจอเขาไปเรื่อยๆ จนกว่าจะเรียนจบ สัปดาห์ละครั้ง จะสลัดเขาออกไปจากหัวได้ยังไงดี
Namira 36.Seminggu sudah Rangga terbaring di ranjang. Lelaki itu jatuh sakit setelah kejadian yang menimpanya dengan Namira.Hanna dirawat oleh asisten rumah tangga, tidurnya sama Keira karena tak tega dibiarkan Hanna tidur sendiri. Kegiatan Keira dan mama pun jadi lebih padat dan sibuk di kantor karena tak ada Rangga.Rangga sedang sakit.Bu Kinanti tetap memberitahu pada Namira bahwa suaminya sedang sakit.Semoga Mas Rangga lekas sembuh, Hanya itu balasan dari Namira, yang tentu membuat mertuanya semakin risau akan keadaan rumah tangga mereka. Namira bahkan tak mengeluh dia menginginkan apa, ia tak lagi banyak bercerita tentang apa yang dia rasakan dan inginkan.Baginya, semua yang terjadi cukup menjelaskan terkoyaknya hati sebagai seorang perempuan.Bukan hal mudah melalui rumah tangga yang dipimpin oleh lelaki yang belum selesai dengan masa lalunya. Belum lagi rasa tak berharga dirinya saat Rangga menyentuhnya, tapi menyebut nama perempuan lain.Namira bahkan tak menjenguk suam
Namira 35.“Kamu apain Namira?” tanya Bu Kinanti pada putranya yang baru pulang dengan keadaan basah kuyup. Tatapan sang mama seolah siap menerkam. Namun, suaranya tetap ditahan.Langkah Rangga begitu gontai dan lesu. Begitu ia masuk, ia disambut oleh pertanyaan mamanya.Beberapa waktu lalu, Bu Kinanti terjaga karena mendengar tangis Hanna yang cukup keras. Bayi itu seolah paham apa yang sedang terjadi antara mama dan papanya.Wanita paruh baya itu bangun, dan merasa aneh, karena tak biasanya Hanna menangis seperti itu. Apalagi kalau ada Namira di dalam kamar, pasti sudah diam sejak tadi.Tak enak hati, wanita itu keluar dari kamarnya dna mengecek ke kamar Rangga di tempat sekarang bayi itu tidur. Pintu kamar terbuka setengah, seperti tak ada penghuni. Tak biasanya pintu kamar mereka dibuka seperti itu. Lalu, Bu Kinanti masuk setelah beberapa kali mengetuk dan memanggil tapi tak ada sahutan.Betapa terkejutnya wanita itu saat melihat kamar yang kosong, hanya ada Hanna di ranjang keci
Namira 34.Namira mengikuti Rangga setelah ia minta tolong pada sopir yang sudah terjaga, karena memang waktunya sudah hampir subuh.“Ikutin, Tuan Rangga ya, Pak!” kata Namira saat ia naik mobil.Sopir keluarga itu hanya diam dan sejenak menatap Namira bingung. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada majikannya, tapi tetap merasa ada hal yang tidak beres. Namun, sebagai pekerja, ia tetap harus menuruti permintaan majikannya.Mobil melaju membelah jalanan yang nyatanya tak sesepi itu juga, meskipun tak padat seperti siang hari.Namira mulai menangis dan memalingkan wajahnya ke jendela. Hatinya sakit melihat Rangga yang terbangun langsung pergi setelah apa yang terjadi semalam. Seolah memang tak ada kesenangan sama sekali. Seolah memang ia tak ada harganya sama sekali.Pak sopir masih fokus mengendarai. Ia juga tak bertanya atau berbicara, karena keadaan yang terbaca sungguh tak memungkinkan.Sempat terlintas di benaknya ingin menghubungi Bu Kinanti untuk memberitahu bahwa Namira dan Rangg
Namira 33.Tujuh bulan sudah usia pernikahan Rangga dan Namira, tapi lelaki itu masih belum menunjukkan sikap yang seharusnya pada sang istri.Rangga masih abai dan kerap tak acuh pada Namira, bahkan saat Hanna sedang bersama Namira, yang diajak bicara hanya Hanna. Namira seolah dianggap tak ada di dekatnya.Lain lagi saat mereka bersama sang mama, Rangga bersikap layak pada Namira.Pun Namira sangat sering ditanyai Bu Kinanti tentang hubungan mereka, tapi gadis itu kerap kali berbohong dan mengatakan mereka baik-baik saja. Namira hanya ingin ia sendiri yang nantinya bisa mengetuk pintu hati Rangga untuk dibuka untuknya.Namira hanya terhibur dengan Hanna, atau saat ia bertanya pada adiknya.“Kuliahnya gimana?” tanya Namira.“Lancar, Kak. Bu Kinanti baru aja ngirim uang saku. Uang semester juga udah dilunasin,” kata Ziyad.Lega sudah pikiran Namira.Ia sendiri belum bisa bilang cinta, meski jujur setiap kali melihat Rangga ada debar yang berbeda dalam hatinya. Setiap kali Rangga meng
Namira 29.Bu Kinanti mulai mempersiapkan acara pernikahan Rangga dan Namira. Sampai ke fitting baju pun ia sendiri yang urus, karena sangat semangat untuk calon ibu sambung Hanna.Rangga sendiri masih terlihat malas tak bersemangat, begitu pun Namira, ketularan tidak bersemangat saat melihat waja
Namira 28.Namira menatap ponselnya, sudah terlambat lima menit dari seharusnya. Hari ini Azka mengajaknya bertemu, sudah lama mereka tak bertemu secara langsung.Namira tentu punya tanggung jawab untuk Hanna, ia tak bisa begitu saja pergi dan pulang seenaknya. Tadinya Hanna sedang tidur siang, ma
Namira 24.Ervan memasuki restoran dekat kantor yang biasa mereka kunjungi saat makan siang. Restoran milik orangtuanya, tapi yang mengelola adalah pamannya.Ia melihat Rangga juga di sana, sedang duduk menatap makanan yang ada di hadapannya. Mulutnya terlihat mengunyah, tapi sepertinya jiwanya se
Bab 23.“Hanna udah tidur?” tanya Bu Kinanti pada Namira yang sudah duduk di dekatnya.Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dan Hanna tentu sudah tertidur seperti biasanya.“Sudah, Bu.”Bu Kinanti tersenyum kemudian menatap Namira untuk memulai pembicaraan.“Saya tau kami pasti terkejut den












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.