Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PRAMESWARI

PRAMESWARI

Kubahagia kau telah terlahir di dunia Dan kau ada di antara milyaran manusia Dan kubisa dengan radarku menemukanmu Incoming Call: Mbak Honey "Halooo Mbak Honey, assalamu'alaikum!" "Wa'alaikumussalam, Mtyha. Ini Mbak lagi beli maem siang, kamu mau apa? Pepes ikan, udang goreng tepung atau cumi-cumi asam manis?" "Apa aja, Mbak. Sama kayak Mbak aja." "Oooh, okeee, Mytha. Kamu hati-hati ya, di rumah?"
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai omongan
Baca
+Pustaka
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Morning bell are ringing Morning bell are ringing Ding dong ding Ding dong ding Jam weker yang selalu kuletakkan di kepala tempat tidur memberai seluruh ingatanku tentang Papa. Tentang keputusan terberat dan terbesar dalan hidupku. Oh, ooohhh, sekaligus mengingatkanku pada janji dengan Shopia. Andai Doraemon itu nyata, aku ingin menjadi Nobita dan meminta bantuannya untuk melipat waktu. Yeaaahhh, sepertinya lebih baik Cipta Karya Abadi bangkrut total. Well, banyak kan, pengusaha yang sukses setelah mengalami kebangkrutan? Iya, kan? Banyak, kan?
1020.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai omongan
Baca
+Pustaka
Om-Om Pilihan Papa

Om-Om Pilihan Papa

Apa maksudnya barusan ya? "Lo punya kenangan apa aja sama orang tua lo? Yang seenggaknya lo inget dan amat sangat berharga? Camping bersama pernah?" Melihat bagaimana Om Bian hanya diam, aku yakin dia pernah. "Pernah kan? Belajar bersama? Udah pasti kan? Pelukan mereka, kehangatan mereka, senyum mereka, kilasan-kilasan baik tentang mereka. Om, gue enggak punya semua kenangan itu sama Papa. Satu-satunya hal yang gue inget dari dia cuma, bagaimana dia ngasih kartu kredit buat gue belanja dan main, biar gue enggak ribet dan ngerengek-rengek mulu buat ditemenin ke sana ke sini di saat dia lagi sibuk."
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai omongan
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

“Maafkan kelancangan teman-temanku.” “Ya, lancang sekali sampai hampir membunuh kami!” Orang itu tersenyum canggung. Ia lantas memberi tanda berupa tepuk tangan dua kali lalu muncullah selusin orang, baik yang tadi mengeroyok mereka yang masih bersembunyi. “Namaku Jit Kauw, kalau boleh tahu siapakah dua sahabat ini dan datang dari mana?”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai omongan
Baca
+Pustaka
Maaf Om, Aku Mencintaimu

Maaf Om, Aku Mencintaimu

Ting! Tong! Jovan dan Laura menoleh pada arah suara. Tak lama dari suara bel, mata Jovan dan Laura terbelalak mendengar suara wanita yang mereka kenal sudah memasuki rumah mereka. Sontak Laura dan Jovan panik karena mereka pikir sang mommy baru akan datang besok. "Jo, La, kalian dimana sih?" "Apa yang akan kita lakukan, Jo?" Jovan sendiri masih bingung dan panik karena mereka belum memberi tahu perjanjian mereka dengan Zehra. "Aku juga bingung, La. Kenapa Mommy datang sekarang? Bukankah Mommy akan datang besok?"
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai omongan
Baca
+Pustaka
Mas, Baksomu Ngangenin

Mas, Baksomu Ngangenin

sahut sekelompok orang yang bersama Pak Sarmin. Pak Sarmin adalah pemilik warung bakso lama di seberang ruko Andre. Lelaki itu rasa irinya setengah mati karena pelanggannya memilih makan di tempat Andre. Lelaki itu diam-diam menyebarkan gosip ke pelanggan bahwa bakso Andre kenyal dan tahan lama karena memakai campuran boraks dan formalin. Sontak saja ucapannya itu membuat mereka yang sedang makan di sana menghentikan suapan makanannya, lalu pergi meninggalkan tempat itu. Ada yang membayar, ada juga yang menolak membayar karena merasa tertipu oleh Andre.
203 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai omongan
Baca
+Pustaka
Tergoda! Mantanku Om-Om

Tergoda! Mantanku Om-Om

Tak lupa tatapan bahagia sang ayah, walaupun tak banyak bicara, tampaknya kedekatan Raniya dan Diniati cukup pria itu tunggu. “Om, makasi ya,” katanya begitu di perjalanan pulang. “Sama-sama, Raniya. Senang?” Abimana mengelus rambut Raniya sambil fokus mengemudi. Raniya mengangguk. “Hum, lega banget bisa rayain ulang tahun, hehehe. Nggak kebayang deh gimana senengnya cewek yang nanti beneran jadi istri kamu, Om. Seneng banget pasti ya?”
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai omongan
Baca
+Pustaka
Boss With Benefit

Boss With Benefit

omelnya sambil mengunyah sosis di mulutnya. Sorry for typo🖤
1017.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 447 kali sebagai omongan
Baca
+Pustaka
Om Bule Kekasihku

Om Bule Kekasihku

Dan sejak tinggal bersama Nadia, ia juga sering memasukkan kata-kata Indonesia. “Papa lapar banget” kata Elena tiba-tiba. Ayu langsung menunjuknya. “Nah itu. Bahasa Indonesia.” Elena tersenyum nakal. “Itu dari mama.” Nadia hanya mengangkat bahu. Setelah sarapan selesai, Daniel berdiri dan berkata, “Ada sesuatu yang ingin papa sampaikan.” Elena langsung menatapnya. “Apa?” Daniel duduk kembali di kursinya dan berkata dengan tenang,
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai omongan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status