JANGAN PISAHKAN KAMI, DADDY
"Tapi kamu tenang saja, Nak. Kita masih bisa menemui mama dengan kembali ke negara itu. Cepatlah besar, biar papa bisa mengajakmu untuk bertemu Mama, ya?!"
Air mata Bima kembali luruh, dia terisak sambil terus memeluk tubuh mungil Louis, menciumi wajahnya hingga sang anak sedikit terganggu, dan menggeliat.
"Maafkan Papa, Nak, maafkan papamu yang hanya orang biasa tak seperti kakekmu. Maafkan aku, Louisa," isak Bima mengisi kesunyian kamarnya.
Hot Chapters