Cinta Satu Malam dengan Berondong
“Males aja. Ngasih tahu orang yang gak pernah anggap aku ada. Karena aku memilih kuliah seni, Daddy buang aku dan gak mau anggap aku anaknya. Ya! Hubungan kami cukup rumit.
“Tidak bisa dikatakan sebagai ayah dan anak. Lebih ke musuh. Aku menyukai apa yang bisa aku lakukan. But, Daddy minta aku jadi apa yang dia inginkan. Lalu aku berontak, dan dia tidak mau kalah.”
Meira manggut-manggut dengan pelan. “Cukup rumit,” ucapnya kemudian mengulas senyum tipis.
“Ya. Seperti yang kukatakan tadi,” ucapnya kemudian menoleh ke arah ponselnya di mana sang adik—Viona menghubunginya.
“Kenapa?”
“Lagi di mana?”
“Di mana aja boleh. Ngapain lo nanya gue di mana?”
Bab Populer