Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Permohonan Terakhir

Permohonan Terakhir

Inilah akhir hidupku. Aku masih sempat berdoa. Berdoa agar dia membebaskanku dan menarikku keluar, berdoa agar aku masih memiliki kesempatan untuk hidup. Namun, tidak ada yang terjadi kepadaku. Aku meronta dengan panik, menggunakan tanganku untuk mati-matian mendorong penutup di atas kepalaku. Namun sebagai balasannya, hanya ada ejekan tanpa ampun yang terdengar darinya.
8.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai one last more time
Baca
+Pustaka
One Night To Forever

One Night To Forever

Pria itu menaikkan alisnya, meminta Sherly mengulangi ucapannya karena tidak jelas di pendengarannya. Sherly tersenyum kecil. “Gue Sherly. Nama lo siapa?” tanya Sherly. Pria itu justru mengurai tawa kecil. “Pernah dengar tentang one night stand, nggak?” “One night stand?” “Ya, sebuah romansa satu malam. Ciptakan satu malam yang indah, dengan orang yang indah, di tempat yang indah. Hanya untuk malam ini, hanya di tempat ini. Setelah itu, lupakan. Kamu mau?”
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai one last more time
Baca
+Pustaka
Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir

Lagu mulai terdengar, para pengunjung yang awalnya bersorak sorai bahagia mulai hening untuk mendengarkan Delia bernyanyi. Dan kali ini Delia membawakan sebuah lagu dari Bagas Ran dengan judul Cinta terakhirku.
1014.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 474 kali sebagai one last more time
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Bahkan semakin banyak yang mencoba keluar secara mandiri. Delia masih ingat suara jeritan kesakitan yang keluar dari mulut petugas stasiun. "Tiga, dua ...." Matanya menatap Deryn yang sibuk menghitung. "Satu," ucap Deryn terakhir kali dan memejamkan mata, cukup lama. "Benar. Suara rayapannya makin banyak."
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai one last more time
Baca
+Pustaka
Unforgettable

Unforgettable

Namun saat ini hanya kata-kata terakhir Reva yang ia ingat. Brandon teringat kembali saat Anna memintanya dengan sangat untuk membatalkan perjodohannya dengan Reva, ia sadar saat itu dirinya hanya ingin membantu gadis itu sampai-sampai tak pernah terpikir jika pembatalan perjodohan itulah yang akan menentukan akhir dari perjanjian Anna dengan Reva. Pertama kali dalam hidupnya Brandon merasa kesal dengan dirinya sendiri, semuanya sudah terlambat, seharusnya ia mendengarkan perkataan Anna hari itu, penyelesan memang selalu datang di akhir.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai one last more time
Baca
+Pustaka
Still The Same

Still The Same

Ia seperti di bawah kembali ke masa kecilnya yang menyenangkan. Tiba-tiba suara dering handphone membuyarkan suasana. Gibran melihat sekilas nama seseorang yang terpampang di handphonenya lalu mengambil airpods di dashboard mobil lalu memasangnya di telinga. “Halo.” Hana memperhatikan dari kaca spion bahwa Gibran tersenyum saat menjawab telpon itu. “Aku lagi di jalan Shila. Nanti aku jemput kamu, oke?”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai one last more time
Baca
+Pustaka
Once then Forever

Once then Forever

Satu tangan memasukkan kunci, yang lainnnya menempelkan ponsel ke telinga. Mobil mulai berjalan meninggalkan area parkir kelab. "Kamu pulang sama Maudi. Saya dan Sera ada urusan." Panggilan diputus, tanpa menunggu Dante menyahut. Diinjak lelaki ini pedal gas sedalam mungkin, sembari sesekali melirik ke arah kursi penumpang.
1018.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 705 kali sebagai one last more time
Baca
+Pustaka
No One

No One

Because no one, no one gonna find me, I'm just gonna live here with my friends and wait for someone's help. -------- Halo semuaa!! gimana part ini? btw selamatt!! kalian udah sampai di part terakhir!! sebenarnya aku masih ada banyak ide dan alur untuk cerita ini, tapi aku masih kurang mampu mengekspresikan dan menumpahkan semua ideku dengan baik disini. Maafin aku yang baru pemula ini huhuhu TT
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai one last more time
Baca
+Pustaka
Till The End Of The World

Till The End Of The World

Ia mengerti, dengan cepat menyambar earphone di meja nakas dan segera memainkan musik itu. Look in my eyes Can you see my heartbeat Swirling everywhere I go Look in my eyes I will be next to you You let me be on the line Step step Where do we go now It feels like lost in a wrong maze Step step Here we are half way home And we will never give up
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai one last more time
Baca
+Pustaka
(Not) One Night

(Not) One Night

Padahal kenyataannya adalah, Tiana bahkan belum tahu apa-apa. Ucapan adalah do'a. Semoga saja ucapan Alan barusan terkabul. Hingga jika suatu hari nanti rahasia tentang Evelyn diketahui oleh Tiana, Tiana tak akan marah dan bisa menerima Evelyn dengan baik. "Terima kasih sudah meluangkan waktu untukku. Semoga kita tidak bertemu lagi." Setelah berpamitan dengan kalimat yang kurang menyenangkan, Alan pun pergi melangkah meninggalkan rumah tersebut. Dia masuk ke dalam mobil mewahnya yang terparkir di pinggir jalan. Tak lama kemudian, mobil itu pergi meninggalkan daerah tersebut.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai one last more time
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status