Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The Second Time We Met

The Second Time We Met

Jadi, aku sendiri tidak tahu apa yang tengah aku keluhkan di sini. Tidak. Coret kalimat terakhir. Bagian terakhir, aku tidak tahu harus menulis apa untuk mengakhiri surat ini. Tapi yang pasti, aku tidak bisa berhenti memikirkan penyebab kenapa kalian membiarkan mesin penjual otomatis dengan kualitas yang sangat payah ini berada di tempat publik seperti ini. Maksudku, saat aku sedang menulis ini, ada seorang laki-laki yang menangis hebat di depan mesin kalian. Sepertinya dia baru saja mengalami hal yang sama denganku. Mungkin dia sedang meluapkan amarahnya setelah melihat tagihan rumah sakit yang kadang tidak masuk akal. Aku tidak tahu pasti.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as one last more time
Read
+Library
Life Must Go On

Life Must Go On

kata dika lagi “Apaan gamon ?” tanya lara “Gagal move on” jawab dika Audrey memandang dika dengan tatapan seolah ingin membunuhnya. Bisa ketahuan dong kalau audrey juga belum bisa move on. Tapi sejauh ini rasanya baik-baik saja. Kenapa harus diungkit lagi ? Pas ada orang nya juga disini. “Pasti pacarnya banyak sampai belum bisa move on” ujar vano
106.4K viewsCompletedAdded to Library 134 Times as one last more time
Read
+Library
THE LAST MISSION

THE LAST MISSION

Akhirnya ia mulai unjuk bakat di depan gadis itu, setidaknya ia bisa mendapatkan pengakuan dari Rina sebelum mengikuti audisi. 자 떠나자 저 위로 Let’s go up there 뭉게구름보다 위로 Higher than cumulus clouds 손을 잡고서 달려봐 on the sky By holding hands, run on the sky 자 떠나자 어디로 Let’s leave to somewhere 우리의 기분을 타고 By riding on our feeling 하루가 다르게 네가 보고 싶어지는 내 맘
103.9K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as one last more time
Read
+Library
NEVER ENOUGH

NEVER ENOUGH

"Karena kamu sudah betingkah semena-mena pada pekerja di rumah. Aku tidak suka!" "Sekarang masuk ke mobil dan pulang. Ingat, Audi! Ini kali terakhirnya" Baru saja Hana membuka sedikit pintu mobilnya ingin keluar, Devan kembali ke sisinya. "Aku sudah mengingatkanmu berapa kali Hana? Fokus merawat Eyang bukan mengurus hal lain"
103.9K viewsOngoingAdded to Library 143 Times as one last more time
Read
+Library
Satu Kali Lagi, Boss!

Satu Kali Lagi, Boss!

Kemudian tersenyum. Jari-jariku yang gemetar meraih satu kotak berwarna hitam dengan logo yang sudah sangat familiar di televisi. Di sudut bawah kemasan itu, tertera huruf tebal: XL. Aku membalik kotak itu, membaca detail spesifikasi di bagian belakang dengan dahi berkerut. Lebar nominal 56 mm. Panjang hingga 20 sentimeter. ‘Besar sekali... ‘batinku menjerit, mendadak diliputi rasa syok yang luar biasa.
266 viewsOngoingAdded to Library 10 Times as one last more time
Read
+Library
Forever Hours

Forever Hours

"Tapi jangan lama-lama, ya. Nunggu itu nggak enak." Fira hampir tertawa lagi, tetapi gadis itu dapat mengendalikannya. Ia berakhir dengan senyum lebar yang membuat matanya tenggelam sebentar. Kedua insan itu saling melempar tatap sebelum akhirnya kembali melihat-lihat panjangan di majalah dinding. *** [ to be continue ] [1] Penggalan lirik milik Justin Bieber — Hold On.
3.5K viewsCompletedAdded to Library 91 Times as one last more time
Read
+Library
The First and Only One

The First and Only One

"Ini yang terakhir?" "Ya direktur, ini yang terakhir." Revan mengembuskan napas pelan setelah membubuhkan tanda tangannya pada dokumen terakhir di depannya sebelum menyerahkannya kembali pada seorang wanita yang merupakan sekretarisnya. Ia memejamkan matanya setelah sekretarisnya itu keluar dari ruangannya. Bayangan Dimas kembali memenuhi pikirannya.
107.2K viewsOngoingAdded to Library 193 Times as one last more time
Read
+Library
Semalam Untuk Selamanya

Semalam Untuk Selamanya

Kendra berteriak histeris, meremas ponselnya hingga buku-buku jarinya memutih. "Kendra!" Suara Lodra kembali terdengar, kali ini terdengar sangat dekat di speaker, seolah itu adalah napas terakhir yang dia miliki. "Gua gak tahu... kami bisa selamat atau gak... Tapi gua mohon... Jaga Lidya, Ken. Jaga adek gua... Cuma lu yang gua percaya..."
1.0K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as one last more time
Read
+Library
After One Night Stand

After One Night Stand

“Ya. Kau bermain sangat bagus tadi.” “Namun, sayangnya aku dan timku kalah.” “Tidak apa-apa, ada begitu banyak kesempatan di masa depan.” “Lynette, beri aku nomor ponselmu.” Damian mengulurkan ponselnya pada Lynette. Lynette mengarahkan pandangannya ke Lake yang ada di seberang. Pria itu kini juga sedang menatapnya tajam. Sial! Lynette mengumpat di dalam hatinya.
1045.6K viewsOngoingAdded to Library 1.3K Times as one last more time
Read
+Library
Sang Luna Terakhir

Sang Luna Terakhir

"Aku mengerti, Luna. Aku paham. Kami akan melakukan apa yang kami bisa untuk melindungimu dari bajingan di antara kami. " Ellie tertawa terbahak-bahak melihat cara Ulysses berkata, hingga perutnya sakit. Dia masih tertawa saat mereka berjalan keluar dari hutan dan hampir tiba di lapangan turnamen. Di kejauhan, Ellie melihat River melakukan pemanasan. River meregangkan lengannya yang kuat, berputar maju mundur perlahan. Dengan pancaran sinar matahari di punggungnya, dia tampak sangat tampan. Ellie menahan napas dan berusaha untuk tidak menatapnya, tapi Ulysses menyadarinya. "Dan jika dia akan menang... haruskah aku protes?" Ellie nyaris tidak mendengarnya, jadi dia tidak mengatakan apa-apa. S
712 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as one last more time
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status