Setitik Nila
“Ya, Mas, yaaa. Pleaseee ...”
Entah mengapa, Djiwa kembali melihat mata Nila berkaca-kaca. Kalau sudah begini, bagaimana bisa ia menolaknya.
“Ayolah kita cari bentar,” ujar Djiwa kemudian beranjak dari tempat tidur. “Tapi habis itu, aku mau jenguk dan nggak ada tawar-menawar atau alasan apa pun. Oke, Love?”
Dengan bibir mengerucut, Nila mengangguk pelan atas permintaan suaminya. “Oke ...”
Hot Chapters