Di Ujung Senja
Selfie Hurtnessagnes davonar operasi plastikpinset bedahtengku adnanseragam dokter bedah
Edo merasakan matanya memerah, di bawah meja, Arra mengelus pahanya dengan begitu lembut, tujuannya sih untuk menenangkan Edo, bukan untuk yang lain-lain.
“Hidupnya lebih keras dari apa yang ada dalam bayanganmu, Do.” guman Adnan getir, haruskah ia menceritakan semua perjalanan hidup Redita? Dan kalaupun Adnan ceritakan, apakah si sulungnya itu akan percaya?