MAAF! AKU CACAT
Sama sepertiku yang dinobatkan sebagai Prince.
Konyol ... Apanya yang pangeran? Melawan kata tajam pengguna kruk itu saja, aku tak mampu.
“Hoi, Reyfan! Jangan bengong! Oper bolanya ke gue sini." Harlis menyentak aku keluar dari dunia imajinasi.
"Oke."
“Go Reyfan! Go Reyfan, Go!”
“Hoi, nyorakinnya yang adil, dong!”
“Iya, nih, masa cuman Reyfan doang yang disoraki. Kita juga, dong!”
Hot Chapters