Dihina Karena Tidak Memakai Perhiasan
hina Pak Adi, membuat dadaku sesak.
Kenapa semua orang menghubungkan kekayaan dengan sebuah perhiasan.
"Itulah sebabnya, jangan menilai orang lain dari penampilannya, lihat anda, Bapak Adi, pergi ke kantor dengan pakaian rapi, tapi semua orang tidak tahu, seperti apa cara kerja anda di kantor, dan sebanyak apa uang pabrik yang anda selewengkan!"
Mata pak Adi membulat sempurna mendengarku mengatakan demikian. Matanya melirik ke sembarang arah, mungkin takut tuduhanku didengar orang lain selain Jazuli.