Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Aibku Ditukar Dengan Madu

Aibku Ditukar Dengan Madu

Tidak seperti biasanya mertuanya tampak girang saat mendengar deru mobil Arfaaz. "Untung kamu pulang cepat hari ini Faaz." "Memangnya kenapa Ma?" "Duduklah dulu disamping istrimu," perintah Tami. Naina dan Arfaas sama-sama bertanya dalam hati. Ada apa gerangan? Tiba-tiba Tami merogoh tas besarnnya itu. Lalu mengeluarkan dua botol minuman. "Ini jamu untuk kesuburan. Minumlah agar kalian cepat diberi keturunan."
1021.9K viewsCompletedAdded to Library 811 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Jebakan Sang Kupu-Kupu Malam

Di dalam ruangan Reynard, Nash sedang menjelaskan tentang survei penjualan produk terbaru yang dikeluarkan oleh perusahaan Metraxis. Face & body lotion khusus bayi yang dirancang sangat ringan dan lembut di kulit bayi. Karena semua produk yang diproduksi oleh perusahaan Metraxis selalu laku besar, maka tidak heran produk terbaru perusahaan Metraxis mencapai nilai yang fantastis. Membuat keuntungan besar bagi perusahaan.
109.0K viewsOngoingAdded to Library 251 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Sebuah keahlian yang sudah mahir dia kerjakan. Lantai putih dinodai oleh cairan merah kehitaman yang mengalir segar. Arya memukul-mukul dinding kaca. Ia sekarat. Kematian dilihatnya sudah begitu dekat. Di dalam sisa-sisa kesadarannya, hanya asma Tuhannya yang dibisikkan. Lalu oksigen perlahan kehilangan tumpangan untuk menuju otak. ***
1.4K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

Orang Ketiga itu adalah Keluarga Suamiku

Setelah sholat subuh, Esta berkata kepada ibu bahwa dirinya dan Embun ingin menemui Toro yang semalam pingsan. "Loh kok pingsan? pingsan kenapa? Padahal kan ini kampungnya, seharusnya dia tau seberapa jauh jarak rumahnya. Embun kayaknya segar saja. Jangan pingsan ya Embun, malu." Ucap seorang tetangga. Dari kejauhan Embun tersenyum mendengar ucapan tetangganya sembari merapikan jilbab yang ia kenakan.
1.5K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Cintai Rembulan

Cintai Rembulan

Tangannya dengan terburu-buru ia paksa untuk membuka botol tersebut. Jika berpikir bahwa botol-botol ini Jevan sediakan karena ia sering meminumnya, maka jawabannya adalah salah. Jevan bahkan memiliki toleransi yang rendah terhadap alkohol. Namun, ia rasa ini akan menjadi salah satu pilihan yang baik untuk menghilangkan penat sesaat.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Mati Kembar

Mati Kembar

Kulirik dari celah jendela rupanya gerimis mulai menitik dan membasahi setiap dinding di luar serta kaca yang bening menjadi berembun karena tetesan air langit itu. Ternyata begitu cepat malam menyapa kami. Benar saja terlihat si kembar memeluk kedua lenganku erat. Sementara aku masih terduduk di sofa di tengah-tengah ruangan. Astaga! aku melihatnya lagi, sosok yang sama pada waktu yang mungkin sudah tak terhitung lagi. Bisa jadi aku sudah sangat teramat biasa dengan pemandangan buruk ini. Tapi kali ini bukan itu yang ingin kubahas melainkan kan ada keanehan yang tidak biasa tergambar dari pemilik mata sendu itu.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 123 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Pagi Baru Tanpa Dirimu

Pagi Baru Tanpa Dirimu

Darah di seluruh tubuhku seolah mengalir terbalik. Ibu pergi begitu mendadak. Acar itu adalah makanan terakhir yang Ibu tinggalkan untukku. Ibu menghabiskan waktu seminggu penuh untuk membuatnya, dan selama ini aku bahkan tidak tega membuangnya. Namun sekarang, acar itu justru tercampur bersama tumpukan sampah. Air mataku langsung mengalir deras. Dengan suara bergetar, aku bertanya, "Siapa yang buang itu?"
3.4K viewsCompletedAdded to Library 127 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
Dada Malam, Nafas Pagi

Dada Malam, Nafas Pagi

Dinding baja memancarkan dingin yang menusuk tulang. Kania mencoba tidur di ranjang single yang sempit, tetapi suhu dingin dan goyangan kapal membuatnya gelisah. Ia memeluk lututnya, matanya terbuka menatap kegelapan di atas. Bau solar dan asinnya udara laut membuat perutnya sedikit mual. Ia tidak yakin apakah yang membuatnya tidak bisa tidur adalah kondisi kapal yang buruk, atau pria yang tidur di ranjang di sampingnya.
10945 viewsCompletedAdded to Library 29 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
MERINDUKAN SURGA

MERINDUKAN SURGA

Nek Minah tersenyum lembut dan mengangguk, Alya membalas senyuman Nek Minah dengan perasaan lega, meski sebenarnya dia penasaran apa yang baru saja dibisikan Rico kepada Nek Minah. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Udara Desa Pandan masih terasa dingin dengan sisa-sisa gerimis tadi malam yang membasahi rumput dan dedaunan. Namun, mentari hari ini terlihat cerah seolah tersenyum menyambut hari.
3.0K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Hanya senyum kecil yang muncul senyum lega sekaligus ragu. Dinda keluar dari kamar dengan mata mengantuk. “Bunda, Ayah udah pulang?” tanyanya. Aku menatap layar ponsel lagi dan menjawab pelan, “Belum, Sayang. Tapi mungkin… sebentar lagi.” Pagi itu, udara Payakumbuh terasa lembab. Hujan semalam meninggalkan jejak embun di jendela.
820 viewsCompletedAdded to Library 23 Times as inteligensi embun pagi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status