Wanita Tuan Presdir
Ia berdiri kokoh di hadapan Vannya, merentangkan kedua tangannya seakan ingin melindungi sang putri dari para penculik jahat.
"Per_pergi, jangan ganggu" kata wanita tua itu lagi, kali ini kalimatnya sedikit terbata karena keadaan jiwanya yang memg kurang sehat.
Tapi keberanian itu tentu hanya di tertawakan oleh para pria utus Adeline, mereka sangat meremehkan kemampuan wanita tua renta di hadapan mereka saat ini.
"Bibi sudah, aku bisa..."
"Jangan tertawa, saya marah" Wanita itu berteriak, dan tentu saja semakin memancing keributan dari semua pasien.
Hot Chapters